Yuriko Sensei Semangati Siswa Jurusan Bahasa di MAN 3 Bantul
Kategori Berita | Diposting pada : 11 Februari 2019 | 15:01 WIB
oleh man3bantul

Bantul (MAN 3 Bantul) – Mempelajari bahasa akan menjadi lebih efektif ketika mengekspresikannya dalam tutur kata dan dialog secara langsung/praktik. Hal inilah yang mendorong rumpun Bahasa di MAN 3 Bantul untuk memberikan fasilitas kepada siswa kelas X, XI dan XII jurusan Bahasa di madrasah dengan  menghadirkan native dari Jepang guna mempraktikkan kemampuan berbahasa dalam bahasa asing. Salah satu bahasa yang dipelajari siswa di jurusan bahasa adalah bahasa Jepang, sehingga madrasah menghadirkan native dari Jepang Ando Yuriko Sensei, Rabu (6/2).


Menurut koordinator jurusan Bahasa Eka Rahmawati, MPd, Kedatangan Yuriko ke MAN 3 Bantul dalam rangka penguatan bahasa Jepang untuk program bahasa. Tambahnya lagi dengan menghadirkan native Jepang diharapkan siswa bisa berlatih dengan melakukan dialog secara langsung. “Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan kerjasama dengan mahasiswa prodi bahasa Jepang UMY yang tengah melaksanakan PPL di MAN 3 Bantul,” tutur Eka saat ditemui sebelum kegiatan dimulai.


Sementara itu kepala madrasah In Amullah MA dalam sambutan pembukaan memberikan apresiasi atas gagasan rumpun bahasa yang telah menghadirkan native dari Jepang guna menambah wawasan dan juga memberikan motivasi siswa untuk terus berusaha maksimal dalam mempelajari bahasa asing. “Gunakan kesempatan baik dan penuh manfaat ini untuk berlatih berbicara secara langsung dengan mempraktikkan kemampuan bahasa Jepang yang kalian miliki,” tegasnya.


Kehadiran Yuriko didampingi  dosen sastra Jepang UMY Drs M Kusnendar MPd, yang juga menjadi dosen pembimbing mahasiswa yang tengah melaksanakan PPL di MAN 3 Bantul. Yuriko bersama mahasiswa PPL memaparkan cara pengucapan dan pemahaman bahasa Jepang dengan jelas. Yuriko yang juga menjadi dosen bahasa Jepang di UMY tersebut sangat mahir menyampaikan materi kepada siswa-siswi jurusan bahasa sehingga terjadi interaksi yang sangat komunikatif. Materi yang diajarkan Yuriko meliputi praktik berbahasa secara langsung dengan mengajak seluruh siswa untuk berperan aktif dalam sesi tanya jawab menggunakan bahasa Jepang, pengenalan ikebana dan juga pengetahuan tentang budaya Jepang.  


Yuriko tampak bersemangat terlebih dirinya juga menguasai bahasa Inggris, Jepang, Indonesia dan bahkan bahasa Jawa, sehingga komunikasi kepada siswa semakin efektif dan tepat serta mudah difahami siswa. “Untuk bisa pandai berbahasa itu harus dipraktikkan dan sebisa mungkin praktik langsung dengan native seperti sekarang ini,” ungkap Yuriko dengan menggunakan bahasa Indonesia yang disambut tepuk tangan siswa karena mereka merasa simpati atas kemahirannya Yuriko berbahasa Indonesia. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. (lif/tnf)

Bagikan Artikel