Usung Tiga Inovasi Unggulan, KUA Tempel jadi KUA Teladan
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-10-12 -|- 02:25:00
oleh adminsuper

Yogyakarta (Inmas DIY) - Kepala KUA Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman, H. Ujang Hasibuan, S.Ag, M.Si resmi dinobatkan sebagai Kepala Urusan Agama Teladan Tingkat Nasional Tahun 2017 dalam perhelatan bergengsi Pemilihan dan Penganugerahan KUA dan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional Tahun 2017 bertema Memperkokoh Ketahanan Bangsa di Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Sabtu (19/8). Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Menteri Agama, H. Lukman Hakim Saifudin, M.Ag didampingi Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.


Berhasil menyisihkan pesaing dari lima Provinsi lainnya. Juara II diraih oleh H. Hamizar, S.Sos.I, M.Sy, Kepala KUA Sekupang Kepulauan Riau, Juara III diraih oleh Muhammad Mansyur, S.Sos,I.MA Kepala KUA Peureulak Aceh, Harapan I diraih oleh Drs. H. Sajidin, M.Pd, Kepala KUA Pandeglang Banten, Harapan II diraih oleh Drs. H. Abdul Muthalib Rumaday, Kepala KUA Distrik Jayapura Selatan Papua dan Harapan III diraih oleh Risyanto, S.Ag, M.Ag, Kepala KUA  Talang Jawa Tengah.


Penilaian bagi Kepala KUA Teladan Nasional dilakukan oleh Dewan Juri dengan Ketua H. Mohsen dan Sekretaris H. Muhaimin. Aspek Penilaiannya meliputi profil, pelaksanaan pelayanan, kepemimipinan, organisasi dan qira’atul kitab. Para peserta diwajibkan mengikuti rangkaian acara yang digelar dari tanggal 15 s.d 19 Agustus 2017.


Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag dalam laporannya menyampaikan pesan kepada seluruh peserta, “Semoga dengan adanya KUA Teladan dapat menciptakan kader-kader perubahan di lingkungan Kementerian Agama sehingga tercipta pelayanan prima bagi masyarakat,” tegasnya. “Begitu juga kepada Keluarga Sakinah Teladan, supaya mampu memberikan inspirasi kepada seluruh masyarakat sehingga termotivasi membangun keluarga yang sakinah dengan karakter kuat dan mampu memperkokoh ketahanan bangsa.”ungkapnya diakhir laporan.


Selanjutnya Menag dalam sambutannya berpesan agar kita selalu waspada jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah di kemudian hari. Lanjutnya, ”Sehingga generasi penerus bisa menyaksikan dan mencontoh keluarga sakinah saat ini.”


Lukman juga menyampaikan secara khusus bahwa KUA merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian Agama. Harapannya KUA tidak hanya memberikan pelayanan urusan keagamaan semata namun secara khusus memiliki program penguatan KUA melalui bimbingan haji dan balai nikah termasuk di dalamnya program bimbingan perkawinan, pungkasnya.


Dihubungi terpisah, saat  bincang akrab dengan tim Inmas Kanwil Kemenag DIY di KUA Tempel, Ujang nampak begitu komunikatif dan menyambut hangat. Pria kelahiran Sukabumi ini berujar sebelum pemilihan KUA tingkat Kabupaten/Kota bahwa dirinya merasa optimis bakal lolos mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang bergengsi Pemilihan KUA Teladan tingkat Nasional tahun 2017. Pasalnya sebelum maju ke tingkat nasional, Ujang sempat ditestimoni dalam kaitannya dengan 25 inovasi yang digelorakan di semua segmen oleh Ketua Baznas Pusat, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. KH. Yudian, P.hd beserta Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Srimuslimatun, M.Kes yang ditayangkan di TVRI Yogyakarta beberapa waktu lalu.


Alumnus Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Madzhab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan, “KUA harus berusaha untuk mengamalkan lima budaya kerja yang salah satunya inovasi.” Saat ini KUA tidak lagi hanya berbicara masalah seputar pernikahan, namun dituntut harus mampu mengembangkan inovasi. KUA harus selalu responsif karena ini merupakan tantangan KUA ke depan sebagai ujung tombak Kementerian Agama, tambahnya lagi.


Hasil bincang kami siang itu ingin menggali lebih jauh tentang KUA Tempel yang bisa maju ke tingkat nasional. Ternyata dari 25 inovasi yang digelorakan, terdapat 3 inovasi unggulan yang kontinyu dan terus menerus berkelanjutan harus digiatkan. Sementara 22 inovasi penunjang hanya dilakukan sekali saja sebagai program tahunan.


Ujang sempat memaparkan tiga inovasi unggulan. Inovasi yang pertama, pemberdayaan ketahanan ekonomi keluarga berbasis masjid. Berdasarkan pendataan pemda Kabupaten Sleman, ternyata di Kabupaten Sleman yang penduduknya mayoritas muslim terdapat penduduk miskin terbanyak di Kecamatan Tempel. Bupati Sleman berharap yang nikah di KUA Kecamatan Sleman dapat meraih sakinah tidak hanya dalam aspek ekonomi namun juga agama. Ini merupakan kerja sama dengan Baznas Kabupaten Sleman.


Inovasi yang kedua, Suscatin yaitu Kursus calon pengantin. Disini KUA Kecamatan Tempel bekerjasama dengan RS Sakinah Idaman dalam aspek kesehatan reproduksi dan bekerjasama dengan fakultas ilmu agama Islam UII Yogyakarta dalam aspek fikih munakahad dan keluarga sakinah.


Selanjutnya inovasi yang ketiga, terselelenggaranya madrasah tahfiz kolaborasi dimana KUA tidak hanya bicara tentang pernikahan saja akan tetapi juga yang berkaitan dengan umat, dalam hal ini kerjasama terjalin dengan MTsN 2 Sleman yang dulu MTsN Tempel.


Dalam wawancaranya, Ujang juga menyambut baik dukungan dari Pemda setempat yang dinilai sangat luar biasa karena KUA Tempel mempunyai inovasi yang berkaitan dengan kemasyarakatan, seperti jargon KUA Melayani Umat Lebih Dekat. Diakui Ujang, bahwa Pemda Sleman banyak membantu dengan kegiatan yang bersinergikan dengan kegiatan di KUA Tempel, terutama dalam hal pendanaan kegiatan. “Semoga hal ini menjadi inspirasi,” harapan Ujang diakhir wawancaranya. (tnf)

Bagikan Artikel