Tauziyah Ustadz Fathurrohim Pada Syawalan MTsN 3 Bantul, Sambut Idul Fitri Dengan Senang Atau Sedih?
Kategori Berita | Diposting pada : 24 Juni 2018 | 20:36 WIB
oleh mtsn3bantul

Imogiri (MTsN 3 Bantul) – Secara umum seluruh umat Islam akan menyambut gembira datangnya hari raya Idul Fitri. Semua muslim merasa telah berhasil menempuh ujian berat yaitu melaksanakan puasa selama sebulan sehingga Idul Fitri adalah suatu hari kemenangan. Namun jika dikaji lebih mendalam, pada zaman Nabi, habisnya bulan ramadhan membuat suasana menyedihkan karena tahu bahwa ramadhan adalah bulan penuh berkah dan tidak dapat dipastikan akan menjumpai lagi di tahun mendatang.


Demikian disampaikan ustadz Fathurrohim dalam tauziyahnya di depan forum syawalan keluarga besar MTsN 3 Bantul pada Sabtu (23/6) di rumah kepala madrasah Sugiyono, S.Pd. dusun Pengkol Imogiri. Fathurrohim yang juga pejabat Kanwil Kemenag DIY itu lebih lanjut menjelaskan bahwa menyambut Idul Fitri disilahkan dengan penuh suka cita karena dalam hadits diterangkan bahwa orang yang berpuasa itu diberi 2 kesenangan yaitu saat berbuka dan mengakhiri puasa serta saat bertemu dengan Allah Sang Pencipta.


Menyikapi kesedihan umat Islam ditinggalkan bulan suci ramadhan seperti zaman Rosulululloh, dalam kegembiraan menyambut Idul Fitri hendaknya jangan berlebihan apalagi dengan berbuat boros serta berfoya-foya karena hal itu menyimpang dari ajaran Islam. Keberhasilan puasa seseorang akan diukur dari keberhasilan mempertahankan ibadah seperti di bulan ramadhan, karena ramadhan adalah waktu penggemblengan dan hasilnya akan dilihat usai ramadhan. (ist)  

Bagikan Artikel