Syawalan MAN 1 Sleman : Luas Hati Hadapi Masalah
Kategori Berita | Diposting pada : 24 Juni 2018 | 13:28 WIB
oleh man1sleman

Sleman (MAN 1 Sleman) – Setiap orang memiliki dan menghadapi probema kehidupan.  Permasalahan yang dihadapi akan selesai atau tidak, menjadi beban ataukah memberi pelajaran berharga tergangung bagaimana kita menghadapinya.  “Bila kita hadapi dengan hati sempit maka permasalahan akan menyesakkan dan menyiksa.  Namun bila dihadapi dengan hati luas terbuka maka akan terkandung hikmah besar bagi kehidupan kita,” tutur Ustad Hardiman,S.Ag saat memberi tausiyah pada Halal Bi Halal Keluarga Besar MAN 1 Sleman Sabtu (23/6) di Pantai GoaCemara.


                Sebulan penuh selama bulan puasa kita digembleng untuk menahan lapar dahaga serta  hawa nafsu, sehingga memasuki Syawal akan memiliki kepribadian luhur.  Nafsu amarah harus kita terus kita kekang dalam setiap kehidupan kita.  “Marah merupakan sikap yang tidak bermutu dan hanya akan membawa keburukan dalam setiap langkah kita.  Saling mengakui kesalahan hingga saling memaafkan merupakan upaya meraih keluhuran budi,” lanjut ustad humoris yang selalu menyemangati umat ini.  Selain itu perlunya manjaga tali ukhuwwah dan kebersamaan dalam menjalankan tugas, saling bersilaturahim merupakan langkah baik untuk meluaskan rizqi dan umur panjang barokah, lanjutnya.


Syawalan dihadiri 160-an peserta terdiri dari guru, pegawai beserta keluarga serta pengampu pengembangan diri.   Turut hadir Komite MAN 1 Sleman Drs H Abdullah Hadziq, H. Teguh,S.Ag,M.Pd.I dan Ir. Budi Irianto.  “Momentum Syawalan bisa digunakan sebagai titik balik untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengelola madrasah.  Apapun posisi dan jabatan wajib berupaya untuk meningkatkan kinerja.  Pengurus komite tentu mendukung semua program madrasah,” pesan Teguh saat menyampaikan sambutannya.


Abdul Ghofur,S.Ag,M.Pd Kepala MAN 1 Sleman mengapresiasi kehadiran civitas akademika beserta keluraga.  “Madrasah terus berupaya untuk memberikan layanan terbaiknya.  Upaya seperti workshop dan uji public kurikulum akan digelar dua hari.  Mohon pengertian keluarga guru pegawai terutama dari suami atau istri di rumah.  Mohon dimaklumi bila kundur-nya, sampai dirumah agak sore,” papar Ghofur.  Semua dilakukan untuk kemajuan madrasah, rizqi yang diterima mudah-mudahan lebih barokah, pungkasnya.  (eds)

Bagikan Artikel