Simulasi Tanggap Bencana Alam Di MAN 1 Yogyakarta
Kategori Berita | Diposting pada : 12 Oktober 2018 | 13:41 WIB
oleh man1yk

Yogyakarta (MAN 1 YK)—Bencana alam yang kerap terjadi, perlu diantisipasi. Untuk mencegah terjadinya korban, maka Informasi dan edukasi terkait dengan bencana alam terus disampaikan ke masyarakat luas. Seperti simulasi Tanggap Bencana yang diselenggarakan di MAN 1 Yogyakarta, kerjasama Badan Amil Zakat(Basnaz) DIY, Jumat(12/10)pagi, diikuti oleh seluruh civitas akademika.


Simulasi tanggap bencana alam gempa bumi berlangsung lancar, mulai pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB, seluruh civitas akademika pun mengikutinya dengan penuh antusias. Dengan skenario yang runtut dan tertata. Mula-mula pembelajaran berlangsung sebagaimana biasa. Tepat pukul 08.00 WIB, guru yang sedang mengajar di kelas menyampaikan secara singkat tentang peristiwa gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006 silam.


Lantas sepuluh menit kemudian simulasi dipraktikan, terdengar bunyi kentongan, dengan ketukan(5-5-5) pertanda gempa bumi sedang terjadi. Suasana kelas mendadak berubah. Hiruk pikuk, para siswa berhamburan menyelamatkan diri, di bawah meja kelas.  


Sejenak kemudian, terdengar lagi suara kentongan ketukan(3-3-3) pertanda gempa bumi sudah berhenti. Dengan dipandu oleh guru yang sedang mengajar di kelas, para siswa keluar kelas dengan meletakkan tas di atas kepala masing-masing, menuju ke titik kumpul, di lapangan upacara. Para guru mengecek kelengkapan anggota kelas, dan melaporkannya ke kepala madrasah. Bagi siswa korban yang masih terjebak di kelas, diselamatkan oleh tim evakuasi dengan membawa tandu dan peralatan lengkap lainnya.


Usai simulasi, Kepala MAN 1 Yogyakarta Drs.H.Wiranto Prasetyahadi, M.Pd berharap, dengan kegiatan ini, agar para siswa dan seluruh civitas akademika mendapat pengetahuan dan wawasan manakala terjadi gempa bumi yang sebenarnya.


“Mudah-mudahan menjadi pembelajaran, dapat mempersiapkan diri kita masing-masing saat menghadapi bencana,”ujarnya.


Sementara itu Ketua Baznas Propinsi DIY Drs.Agus Sunarto, MBA. berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi madrasah yang lain, untuk memberikan edukasi bagi civitas akademika tentang kebencanaan. “Trimakasih atas partisipasinya, mudah-mudahan(usai simulasi ini-red) tidak terjadi gempa,”tuturnya.


Pada kesempatan itu pula, Agus meresmikan MAN 1 Yogyakarta sebagai Madrasah Aman Bencana(Mantab). Ia juga berharap agar pelatihan tanggap yang dilaksanakan, tujuh kali pertemuan dengan ditutup simulasi itu, dapat bermanfaat dan menjadi kesiagaan dalam menghadapi bencana alam yang kerap terjadi. (dzl)


 

Bagikan Artikel