Serahkan SK Izin Operasional, Ini 4 Kiat Madrasah Mandiri ala Kakanwil Lutfi
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-06-21 -|- 01:46:00
oleh adminsuper

Yogyakarta (Inmas DIY)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Muhammad Lutfi Hamid sampaikan kiat menjadi madrasah mandiri. Menurut Kakanwil, konsep mandiri bagi madrasah cukup penting yang dapat dilakukan dengan menegakkan 4 (empat) kiat. Pertama branding lembaga pendidikan, kedua pembangunan sistem, ketiga adanya target dan komitmen serta keempat publikasi dan aktualisasi.


Hal tersebut dijelaskan Kakanwil saat serahkan 31 Surat Keputusan (SK) Izin Operasional Madrasah dan RA, Rabu (21/06), di Ruang Rapat 1 kantor setempat Jalan Sukonandi 8 Yogyakarta. Hadir mendampingi Kakanwil, Kabid Pendidikan Madrasah Edhi Gunawan dan Kasi Kelembagaan dan SI Madrasah Sunu Darsono. Juga hadir Kasi Dikmad Kankemenag Kabupaten/Kota dan para perwakilan lembaga pendidikan yang mendapatkan SK.


Dijelaskan Kakanwil, branding lembaga pendidikan madrasah mensyaratkan adanya visi yang jelas. “Hendak dibawa kemana madrasah anda?” kata Kakanwil sambil mengilustrasikan beberapa iklan yang memiliki kesan kuat di tengah masyarakat. Terkait pembangunan sistem, Kakanwil menyebut ada tiga sistem yang mesti dibangun. “Sistem keuangan, kurikulum, dan pengelolaan barang milik yayasan atau pondok pesantren,” rincinya. Karena menurut Kakanwil, perlu adanya cash and flow keuangan yang jelas di madrasah. “Jangan tumpang tindih satu sama lain,” tambahnya.


Sementara terkait target dan komitmen, Kakanwil menegaskan kedudukan lembaga pendidikan yang hari ini mesti mematok target yang dibidik. “Apakah baca kitab, atau tahfidzul qur’an, pokoknya harus ada target,” sambungnya. “Semua pihak yang terlibat dalam lembaga pendidikan wajib membangun komitmen yang kuat dan target yang jelas,” tambah Kakanwil.


Keempat, publikasi dan aktualisasi, menurut Kakanwil saat ini eranya menggemakan keberadaan lembaga pendidikan madrasah. “Ini bukan persoalan riya’, tapi publikasi adalah kebutuhan agar lembaga kita dikenal banyak orang,” beber Kakanwil. Selain itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya penunjang atas reputasi madrasah yang berujung pada peningkatan aktualisasi lembaga.


Sebelumnya, Kabid Dikmad Edhi Gunawan menyampaikan dalam kesempatan ini yang mendapat SK Izin Operasional adalah 13 RA, 4 MI, 9 MTs, dan 5 MA. “Sengaja kami berikan sebelum proses Penerimaan Peserta Didik Baru agar lembaga yang sudah mendapatkan SK dapat segera membuka pendaftaran,” kata Edhi sembari menambahkan penyerahan SK sesuai dengan PMA Nomor 90 Tahun 2012 dan Keputusan Dirjen Pendis No 1385 Tahun 2014. (bap)

Bagikan Artikel