Paperless Raker MAN 2 Kulon Progo: Presensi Barkode
Kategori Berita | Diposting pada : 16 April 2018 | 15:16 WIB
oleh man2kp

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo – MANDAKU) . Teknologi kini seolah sudah menjiwa di hampir setiap lini kehidupan kita. Teknologi akan menjadi  sesuatu yang sangat bermanfaat jika pandai menggunakannya dengan tepat, tetapi akan menjadi boomerang jika kita yang dimanfaatkan. MAN 2 Kulon Progo sebagai madrasah yang  telah berpredikat Adiwiyata Nasional, saat ini juga sudah menerapkan menerapkan teknologi dalam berbagai pelayanan. Presensi digital dengan menggunakan ID card pegawai yang ber-barcode, menandai dibukanya pelaksanaan rapat kerja dalam rangka Evaluasi dan Peningkatan Mutu MAN 2 Kulon Progo yang Bertempat   di Hotel Indah Palace Tawangmangu (13/4). Sebanyak 79 guru dan pegawai MAN 2 Kulon Progo mengikuti acara yang  berlangsung hingga Sabtu, (14/4). Di setiap awal sesi, semua peserta melakukan presensi digital tersebut. Selain praktis, presensi ini pun tidak memerlukan print out lagi.


Hadir Kepala Kantor Kemenag  Kabubaten  Kulon Progo, H Nurudin SH MA  membuka rapat kerja yang bertema Menjaga Integritas untuk Membangun Madrasah Hebat Bermartabat. Dalam sambutannya Nurudin menyampaikan pesan-pesan emasnya. "Yang penting bagaimana kita harus kompak dan semangat serta bermanfaat. Melakukan yang terbaik untuk madrasah. Diharapkan apa yang menjadi visi MAN 2 akan terwujud."


Sementara  itu Anita Isdarmini memaparkan bahwa sudah saatnya sebagai madrasah Adiwiyata untuk memaksimalkan penggunaan perangkat elektronik sehingga semua file bersifat paperless. Dari mulai acara praraker hingga raker, semua hasil rapat dikumpulkan dalam bentuk file yang di PDF-kan. Kemudian dicermati melalui ponsel Bapak Ibu guru pegawai dan segala masukan serta kritikan disampaikan pula secara lisan saat Gala Dinner. "Sistem informasi dan administrasi secara bertahap akan dikelola dengan perangkat elektronik. Agar berjalan efektif dan transparan," jelasnya. Program tersebut akan terus digulirkan, menyusul rencana launching PTSP/e-madrasah dan juga talk show nasional pada tanggal 8 Mei mendatang. Ia mengatakan bahwa penataan berkaitan dengan pelayanan e-madrasah tersebut  akan terasa ribet di awal, akan tetapi selanjutnya membuat kerja guru/pegawai menjadi ringan. (siw/ast)


 

Bagikan Artikel