Pancaran Qolbu Suntikkan Motivasi Siswa Matsadaku
Kategori Berita | Diposting pada : 12 Januari 2019 | 09:47 WIB
oleh mtsn2kp

Setiap orang tentu memiliki cara menumbuhkan semangat belajar pada diri sendiri yang beda satu sama lainnya. Semangat inilah yang disebut motivasi.  Motivasi merupakan keadaan baik internal maupun eksternal yang mendorong untuk berbuat sesuatu. Jika siswa tidak memiliki motivasi tentu  siswa tidak akan melakukan sesuatu hal, khususnya dalam mempersiapkan Ujian Nasional (UN). “Ini adalah salah satu cara di MTs Negeri 2 Kulon Progo, menghadirkan motivator dalam rangka menumbuhkan motovasi secara eksternal pada siswa. Diharapkan ke depan dapat lebih baik dalam perilaku, belajar, dan beribadah,” demikian sambutan Kepala Matsadaku, Muhamad Dwi Putranto. Lebih lanjut dikatakan, motivasi kali ini, kamis, 10 Januari 2019 mendatangkan orangtua/wali siswa kelas IX agar terjadi sinergi yang positif antara anak dan orangtua sehingga dalam proses belajar, madrasah akan mendapat dukungan maksimal dari orangtua dalam mempersiapkan seluruh rangkaian ujian khususnya dalam hal menjaga kestabilan motivasi belajar anak.


Kerja sama dengan Pancaran Qolbu yang dipandu Purwanto telah berjalan cukup lama. Setiap tahun, Matsadaku menggandeng lembaga ini. Mas Ipung, sebutan akrab Purwanto kali ini mengajak anak dan orangtua untuk saling berdekatan agar terjalin komunikasi yang indah yang mungkin selama ini jarang dilakukan di rumah. Dengan kedekatan ini, diharapkan anak akan merasa dekat dan dilindungi.


Motivasi diawali dengan kajian surat Al Mukminun ayat 29.  Dalam ayat tersebut ditunjukkan bahwa Allah akan menempatkan hamba-Nya di tempat yang diberkati. Tempat itu akan diperoleh seorang hamba salah satunya dengan ilmu. Dilanjutkan dengan mengajak siswa diajak untuk jujur dan meminta maaf kepada orangtua karena dengan kejujuran akan membuka jalan hidayah bagi anak. Pintu kemudahan menjadi terbuka, yaitu kemudahan belajar dan keringanan beribadah.


Mas Ipung juga mengingatkan orangtua agar selalu menjadi teladan bagi anak, melakukan pembiasaan, melakukan kontrol, dan juga selalu menyuntikkan semangat kepada anak dengan hadiah atau hukuman. Selain itu, orangtua selayaknya berkata yang benar dan baik meskipun dalam keadaan marah karena setiap perkataan orangtua adalah doa bagi anak, terutama ibu. Kesuksesan anak akan bergantung dari doa orangtua. Selain itu juga didukung dengan aksi sukses yang disampaikan Mas Ipung yaitu menjaga salat, membaca Alquran, dan belajar di tiga waktu utama. Semoga motivasi ini dapat memompa semangat siswa kelas IX Matsadaku. Menjadi siswa-siswa hebat, bermartabat, dan sukses di tengah arus modernisasi yang kian pesat. (ani/smd)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


.


 

Bagikan Artikel