Nikah Itu Ibadah Sepanjang Masa
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-09-14 -|- 09:22:00
oleh prihono

Kulon Progo (Kankemenag) – Nikah itu satu-satunya ibadah yang berlangsung sepanjang masa. Kalau shalat, sehari lima kali, puasa hanya sebulan dalam setahun, haji juga sebentar. Akan tetapi kalau nikah itu berlangsung seumur hidup. Kepala KUA Wates, Drs. H. Musthofa, M.Pd.I., menyampaikan hal itu saat menjadi Narasumber Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin yang berlangsung di Aula Menoreh Kankemenag Kulon Progo, Rabu (13/9).


Nikah itu ibadah sepanjang masa. Itulah sebabnya orang yang sudah menikah itu dinilai telah mengerjakan separuh dari agamanya,” kata Musthofa.


Selain itu, menikah akan dapat membentengi akhlakul karimah, naluri manusia, menegakkan keluarga yang Islami, meningkatkan ibadah dan melahirkan keturunan yang shalih/shalihah.


Semua orang yang menikah pasti berharap keluarganya menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Untuk mencapai ketenangan, rasa cinta dan kasih saying perlu adanya kiat-kiat. “Untuk menuju sakinah mawadah warahmah setidaknya harus saling focus pada pasangannnya, berpikir obyektif, saling percaya, menjaga keromantisan, komunikasi, meningkatkan spiritualitas rumah tangga dan melaksanakan hak dan kewajibannya baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama,” tambahnya.


Sementara itu, Drs. Damanhuri, M.A., sebagai fasilitator mengatakan bahwa dalam menempuh kehidupan berumah tangga itu pasti ada masalah, ada hambatan. Karena itu perlu strategi-strategi untuk menghadapi hambatan tersebut. “Dalam pernikahan/perkawinan setidaknya ada empat pilar yang harus dijaga. Yaitu harus berpasangan, saling komitmen, berbuat yang terbaik dan selalu bermusyawarah,” ungkapnya. (abi)

Bagikan Artikel