Meriahnya Syawalan, Pamitan Haji, dan Pamitan Purnatugas di MAN 2 Kulon Progo
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-07-17 -|- 03:08:00
oleh man2kp

Kulon Progo ( MAN 2 Kulon Progo- MANDAKU) . Syawalan Keluarga besar MAN 2 Kulon Progo diadakan Sabtu (15/7) di Aula MAN 2 Kulon Progo. Kegiatan ini dihadiri para sesepuh atau guru pegawai senior yang  pernah bertugas di MAN 2 Kulon Progo, keluarga besar guru pegawai, komite, perangkat desa, dan pengampu ekstra beserta keluarga.  Tampak semangat yang begitu besar para sesepuh menghadiri syawalan kali ini karena mereka ingin  mengenang masa-masa yang begitu indah kala menjadi tenaga pendidik di MAN 2 Kulon Progo yang 25 tahun  lalu sewaktu masih sebagai  PGA.


Hidangan tradisional geblek, tempe besengek, kacang, wicoro, dan martabak begitu menggoda untuk disantap sambil menikmati alunan orkes keroncong Taruna Nada dari Krembangan Panjatan. Dari lagu Rangkaian Melati sampai Sholatan Badar dinyanyikan begitu apik oleh artis-artis lokal Kulon Progo.  


Acara dimulai tepat pukul 09.30 WIB yang dipandu  oleh guru-guru muda Bahasa Indonesia  Astiti, S.Pd. dan Esti Sukapsih, S.Pd. Lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan Guntur Andriyanto  kelas XI Agama membuat semakin khidmat acara.


"Terima kasih  kepada seluruh sesepuh, senior Guru Pegawai MAN 2 Kulon Progo yang  begitu bersemangat luar biasa berkenan hadir. kami juga mohon doa restu kepada para sesepuh agar MAN 2 Kulon Progo semakin maju  menghasilkan siswa yang berprestasi  berakhlak karimah sehingga tercapai cita-cita." Demikian sambutan yang disampaikan kepala madrasah Anita Isdarmini S.Pd., M.Hum.


Pada kesempatan yang sama juga diadakan pamitan haji dan pamitan purnatugas. Kali ini yang masuk purnatugas adalah Bapak Mulyono sedangkan yang akan melaksanakan ibadah haji yakni Ibu Anita Isdarmini, S.Pd. M.Hum. dan Bapak Drs. H. Muh Suwardi.


Drs. H. Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd. dalam tausiahnya mengatakan bahwa mulai Bulan Syawal  dan 11 bulan ke depan  kita harus mampu meningkatkan pretasi ibadah.  Antara lain sholat wajib, sholat sunat, tadarus, menghadiri kajian Islam perlu ditingkatkan.


"Sebagai pendidik harus tahu cara memeperlakukan anak didik. Apalagi mendidik anak usia 9 sampai dengan 19 tahun. Mereka harus dididik kemandirian, ketaatan, ketertiban,  kedisiplinan, keterampilan sehingga menghasilkan anak didik yang berkualitas dan taat pada agama,"  imbuhnya.


"Kita juga jangan sampai lupa untuk mendoakan dengan ikhlas anak didik kita karena doa dan usaha adalah jalan yang ampuh untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT," pesannya. (est/ast)

Bagikan Artikel