Kunjungi Gereja St. Lidwina Bedog, Dirjen Bimas Katolik: Negara Hadir di Tengah Umat dan Masyarakat
Kategori Berita | Diposting pada : 13 Februari 2018 | 20:50 WIB
oleh bimaskatolik

Yogyakarta (Bimas Katolik) – Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi, Selasa (13/02), hadir dalam kegiatan kerja bakti di Gereja Katolik St. Lidwina Bedog, Padukuhan Nusupan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta sebagai wujud kehadiran Negara di tengah umat dan masyarakat.


Dirjen Bimas Katolik ingin menyapa dan melihat perkembangan kondisi terkini pasca aksi penyerangan dengan didampingi oleh Penyelenggara Katolik Kabupaten Sleman Kristoforus Sinselius, Penyelenggara Katolik Kabupaten Kulonprogo Yohanes Setiyanto, dan Penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta Alexander Budisuwarno, beberapa perwakilan staf Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama DIY  dan penyuluh agama Katolik DIY.


Hadir pula dalam kesempatan ini Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Kementerian Agama Sleman Sa’ban Nuroni, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, Romo Vikep DIY Fl. Harto Subono, Pr., Romo Paroki Gereja St. Lidwina Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr serta tokoh masyarakat dari berbagai agama.


Dalam kesepatan tersebut Eusabius menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa penyerangan Gereja St. Lidwina, Minggu (11/02) kemarin. Ia juga sangat menyayangkan peristiwa seperti ini terjadi di NKRI yang Pancasilais dan cinta keragaman.


"Toleransi dan kedamaian sangat berjalan baik di Kabupaten Sleman ini terbukti dengan apresiasi dari semua kelompok umat dari berbagai agama yang berkenan hadir dan bekerjasama untuk menata kembali apa yang telah terganggu dari orang yang tidak bertanggungjawab," papar Eusebius. Karena menurutnya, hal ini bukan hanya dalam menata kembali gedungnya namun juga kebersamaan dalam kehidupan sosial dan kehidupan keagamaan di wilayah ini sehingga diharapkan kedepan bisa menjadi lebih baik.


Kepada umat Katolik, Eusabius berpesan agar umat mengambil sikap yang arif dan memaknai peristiwa ini menjadi sebuah ujian, sejauh mana kita dapat menghayati spiritualitas pengampunan dan ajaran cinta kasih. “Jika kita selalu mencintai sesama termasuk orang yang membenci kita maka kita sungguh orang Katolik sejati," ungkap Eusabius.


Selain itu, pihaknya juga sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat yang sudah berkenan untuk membantu memberikan solusi dan memulihkan keadaan menjadi lebih baik. "Tentu hal ini dapat meningkatkan kerukunan dan keharmonisan sebagai modal untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya. Dirjen mengajak pemerintah daerah dan semua tokoh agama agar saling bahu membahu melakukan pendampingan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat.


“Saya menghimbau kepada jajaran Direktorat Bimbingan Masyarakat Katolik teristimewa para guru dan penyuluh agama katolik khususnya yang berkarya di DIY dan sekitarnya agar memberikan pencerahan kepada masyarakat.  Jadilah duta damai di tengah-tengah masyarakat," ujarnya lagi.


Bupati Sleman Sri Purnomo pun mengamini  seraya menegaskan bahwa Kabupaten Sleman sangat rukun. "Toleransi kami sangat baik, semua kami hidup sebagai saudara meski dalam keberagaman," ungkap Bupati dengan tegas.


Umat Katolik yang hadir pada kesempatan tersebut menyambut gembira kehadiran Dirjen Bimas Katolik. Hal tersebut diungkapkan oleh Romo Vikep DIY bahwa pihaknya sangat senang dengan kehadiran Dirjen Bimas Katolik. "Kami merasa negara telah hadir dan mengayomi kami," katanya.


Sementara perwakilan umat Katolik Gereja St. Lidwina menyampaikan bahwa fisik gereja pasca peristiwa ini akan ditata kembali. “Dinding-dinding gereja harus kami cat lagi untuk membantu menghilangkan kenangan traumatis,” ungkap ketua Dewan Gereja St. Lidwina, Soekatno.


Menanggapi hal tersebut Dirjen menyampaikan bahwa Bimas Katolik akan memfasilitasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.


Selanjutnya Dirjen Bimas Katolik berkesempatan untuk mengunjungi korban yang masih dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta. Pihak rumah sakit diwakili oleh Direktur Utama RS dr Teddy Janong, M .Kes., Direktur Pelayanan Keperawatan Sr. Yosefine Kusuma Hastuti, CB., MSN dan beberapa staf menyambut baik kehadiran Dirjen berserta rombongan. Informasi dari pihak rumah sakit, korban yang dirawat di RS Panti Rapih ada empat orang, satu orang sudah diperbolehkan pulang, dan tiga pasien yang masih dirawat sudah dalam kondisi lebih baik dimana dua orang masih dirawat diruang ICU dan satu orang sudah dirawat di ruang perawatan.


Setelah itu, Dirjen Bimas Katolik beserta rombongan bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Muhamad Lutfi Hamid untuk berkoordinasi terkait langkah yang akan diambil selanjutnya.


Dalam kesempatan ini Dirjen juga menyapa guru dan pengawas Pendidikan Agama Katolik, Dirjen berpesan agar para guru bisa menjadi agen pembawa kedamaian. (sus)

Bagikan Artikel