Kemenko PMK Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Guru di Yogyakarta, Kakanwil: MGMP Jangan Terjebak Rutinitas
Kategori Berita | Diposting pada : 12 Juli 2018 | 13:00 WIB
oleh bram

Yogyakarta (Inmas DIY)— Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu dapat terwujud jika MGMP tidak terjebak dalam rutinitas tugas membuat kisi-kisi soal semata. Lebih dari itu, MGMP diharapkan mampu membuat standarisasi proses kegiatan belajar mengajar bagi guru.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Muhammad Lutfi Hamid mengemukakan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Guru di lingkungan Kemenag yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kamis (12/07) di Yogyakarta.


Menurut Kakanwil yang awal tahun ini diganjar Kanwil Paling Inovatif oleh Menteri Agama RI itu, sisi profesionalitas untuk memajukan madrasah harus dibangun di semua lini. “Hebat tidak hanya kata-kata, tunjukkan output-nya,” sambungnya. Ia lantas mencontohkan prestasi MTsN 1 Kebumen yang 46 siswanya meraih nilai 100 saat Ujian Nasional beberapa waktu lalu.


“Mereka jauh dari atmosfer akademik namun mampu berprestasi yang sangat membanggakan,” imbuhnya lagi.


Karenanya, ia meminta tiap elemen pendidikan mematok target secara jelas. “Dan harus ada komitmen untuk pemenuhan output kita sehingga tidak berhenti pada image building semata,” ingatnya lagi.


Terakhir, Kakanwil berharap, peran lembaga penggiat pendidikan untuk menjalin komunikasi dan diskusi dengan semua pihak. “Tumbuhkan kesadaran bahwa problem pendidikan adalah problem kita bersama,” ujar Kakanwil seraya ingatkan jangan sampai merasa paling hebat dan mampu dibanding yang lain. 


Kakanwil menambahkan, inovasi perubahan menuju arah yang lebih baik, dapat terjadi dengan dua syarat yakni keterbukaan pikiran dan mengubah status hirarki menjadi relasi. “Kita bisa saling mengisi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.


Selain Kakanwil, rakor ini menghadirkan narasumber Deputi Koordinator Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Prof Dr R Agus Sartono dan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag Prof Suyitno. Rakor diikuti 55 peserta yang terdiri dari unsur Bidang Pendidikan Madrasah, pengawas, kepala dan guru madrasah di lingkungan Kemenag DIY. (bap)

Bagikan Artikel