Kemenag DIY Gelar Seleksi PBSB: 239 Santri Berebut Kursi Perguruan Tinggi
Kategori Berita | Diposting pada : 16 Mei 2018 | 13:23 WIB
oleh bram

Bantul (Inmas DIY)—Sebanyak 239 santri dari 22 pesantren menjadi peserta seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihelat di MAN 3 Bantul dan MTsN 6 Bantul yang berlokasi di Wonokromo, Bantul, DIY, Rabu (16/05). Secara nasional, seleksi PBSB digelar Kemenag mulai tanggal 14 hingga 17 Mei 2018 di 34 Provinsi dan diikuti total 4.644 santri.


Kakanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid di sela monitoring seleksi mengatakan, peserta pada tahun ini berasal dari 5 kabupaten/kota se-DIY yang berasal dari 22 pondok pesantren. Selain itu Kakanwil menyoroti kemampuan bahasa dan kedisiplinan yang harus ditingkatkan di kalangan santri. “Kemampuan bahasa sangat menunjang kesempatan untuk belajar ke luar negeri, begitu pula soal kedisiplinan,” ungkap Kakanwil didampingi Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Masrudin.


Sementara Kabid Masrudin menambahkan, sebelum pelaksanaan ujian seleksi, panitia telah melakukan verifikasi pondok pesantren dan peserta yang berhak mengikuti ujian seleksi melalui online.


Sedang menurut Kasi Pondok Pesantren Fatkhurrohim, tes PBSB menggunakan Computer Based Test (CBT). Tes dibagi menjadi empat sesi; 1) tes bahasa Arab dan Inggris serta kepesantrenan selama 60 menit, 2) tes potensi akademik (70 menit), 3) tes kemampuan bidang studi (120 menit), materi MIPA mencakup matematika IPA, fisika, kimia, dan biologi, materi IPS mencakup matematika IPS, ekonomi, sosiologi, dan geografi, materi keagamaan mencakup fiqih, tafsir, hadits, aqidah akhlak, dan sejarah kebudayaan Islam, 4) tes tahfizh hanya bagi santri pendaftar pada UIN Malang (150 menit).


"Hasil seleksi akan diumumkan secara online pada 4 Juni 2018. Santri yang dinyatakan lulus harus segera melengkapi pemberkasan di Kanwil Kemenag DIY. Mereka selanjutnya akan mengikuti matrikulasi sesuai jadwal yang ditetapkan perguruan tinggi mitra," terang Fatkhurrohim.


Beberapa perguruan tinggi yang dipilih santri regional DIY antara lain UGM, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Ampel, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Pertanian Bogor, UIN Walisongo Semarang, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


Seperti diketahui, PBSB merupakan program unggulan Kementerian Agama yang telah dicanangkan sejak 2005. Program ini telah terbukti melahirkan para intelektual relijius dan nasionalis. (bap)

Bagikan Artikel