Kemah Bakti MAN 3 Kulon Progo Pengejawantahan Teori dan Tumbuhkan Karakter Mulia
Kategori Berita | Diposting pada : 17 Mei 2018 | 06:58 WIB
oleh man3kp

Kulon Progo (MAN 3 Kulon Progo)__ “Jangan rusak alam, tetapi bersahabatlah dengan alam, karena manusia diciptakan untuk mengelola alam, bukan merusak. Setiap anak harus dibekali dengan ilmu tentang kealaman agar mereka kelak bertanggung jawab terhadap eksistensi alam. Manusia dapat eksis di semesta ini karena eksistensi alam tetap terjaga”. Demikian pesan yang yang disampaikan oleh Kepala MAN 3 Kulon Progo, Drs.H.Soir, M.S.I dalam sambutannya pada upacara pembukaan Perkemahan Widyawahana MAN 3 Kulon Progo di Bumi Perkemahan Dewi Tinalah, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo yang berlangsung pada Minggu (13/5) hingga Selasa (15/3). Sedangkan pada sesi wawancara Rabu (16/5), laki-laki yang akrab dipanggil Pak Soir ini mengatakan “Kemah itu pada dasarnya adalah Contectual Learning, mereka belajar mengimplementasikan apa yang dipelajari di dalam kelas. Interaksi sosial adalah bagian dari pengejawantahan teori, bahkan anak-anak mempraktikkan hablu minallah dan hablun minal makhluk, yaitu menjalin hubungan dengan Allah dan makhluk Allah lainnya”. Soir juga menambahkan bahwa kemah bakti merupakan wahana yang sangat bagus dalam menumbuhkan karakter mulia berupa peduli lingkungan, kebersamaan, gotong royong, dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Melalui kemah bakti, siswa dapat mempraktikkan hampir seluruh ilmu yang didapatkan di kelas secara integratif.


Sementara itu ketua panitia, Supriyatun, S.Pd. I menjelaskan di sela-sela kegiatan padatnya bahwa acara kemah bakti ini diikuti oleh sebanyak 150 orang, terdiri dari seluruh siswa kelas X sebanyak 96, 25 Dewan Penegak, serta 29 Dewan Pembina dan guru. Kegiatan kemah bakti ini mengambil tema “Melalui Kegiatan Kepramukaan Tercipta Pendidikan yang Totalitas”. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman hidup di alam, merealisasikan kepramukaan sebagai wahana pendidikan moral dan fisik, serta mengevaluasi hasil kegiatan di gugus depan. Kemah bakti ini selain untuk salah satu syarat meraih Tanda Kecakapan Khusus (TKK), melatihkan kemandirian dan peduli lingkungan, juga untuk menanamkan kepekaan sosial terhadap masyarakat sekitar. Hal ini karena dalam kemah bakti ini, siswa tidak hanya diberikan materi dan kompetisi tentang kepramukaan, tetapi juga mengadakan bakti sosial berupa gerakan bersih masjid, pemberian bantuan berupa Al-Qur’an dan alat ibadah, serta pemberian bantuan kepada anak-anak yatim. Melalui bakti sosial ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter pada diri siswa untuk selalu peduli dengan agama dan sesama. Dengan ceria, Mbak Atun (panggilan akrabnya), mengucapkan terima kasih yang besar kepada personal Bumi Perkemahan Dewi Tinalah yang telah menyediakan tempat dan segala fasilitasnya, masyarakat, takmir masjid, rekan-rekan panitia, kakak pembina, Dewan Penegak, dan seluruh keluarga besar MAN 3 Kulon progo atas terlaksananya Kemah Bakti Widyawahana ini dengan sukses dan lancar. “ Alhamdulillah meskipun cuaca tergolong sangat panas di siang hari dan sangat dingin pada malam harinya, anak-anak tetap semangat dan sehat sampai kegiatan ini selesai” imbuhnya setelah usai menenjelaskan secara rici perihal kegiatan tersebut.


Di sisi lain, penggiat kegiatan, Harmiyati, S.Pd., M.Sc menambahkan bahwa bakti sosial diselenggarakan di Masjid Al-Hikmah Plarangan, Purwoharjo, dan Masjid An-Nur Sendang Rejo, Samigaluh, Kulon Progo. Kegiatan bakti sosial berupa bersih masjid dan lingkungannya, sedangkan bantuan berupa Al-Qur’an sebanyak enam buah, dua mukena, dan dua sarung untuk masing-masing masjid. Selanjutnya bantuan diserahkan oleh pihak madrasah kepada takmir masjid. Sedangkan santunan bagi anak yatim diberikan kepada lima anak dalam bentuk dana bantuan pendidikan bagi anak usia TK/RA dan SD/MI masing-masing Rp. 100.000.


Salah satu perwakilan Takmir Masjid Al-Hikmah, Ibu Wartiyah mengucapkan terima kasih atas semua bantuan baik fisik maupun secara moral. Ia juga berdoa semoga Allah SWT. melimpahkan pahala, rizki, dan kesuksesan pada MAN 3 Kulon Progo beserta seluruh keluarga besarnya. Adanya bakti sosial ini, insya Allah dapat memotivasi masyarakat untuk memakmurkan masjid di Bulan Ramadhan dan di luar bulan Ramadhan. (nur)


 

Bagikan Artikel