DPPKBPMD Bantul Laksanaan “KIE” Kesehatan Reproduksi Remaja di MAN 3 Bantul
Kategori Berita | Diposting pada : 14 Februari 2018 | 22:51 WIB
oleh man3bantul

Bantul (MAN 3 Bantul) – Berdasarkan data dari Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bantul, sepanjang tahun 2015 terdapat 119 perkara pengajuan dispensasi nikah. Dispensasi nikah diperlukan karena calon pasangan nikah berumur dibawah 16 tahun (bagi perempuan) dan 18 tahun (bagi laki-laki). Hampir seluruh pelaku pernikahan dini disebabkan kehamilan tidak diinginkan, Dan yang memprihatinkan mereka pelajar dari tingkat SLTP sampai SLTA. Fakta ini menunjukkan bahwa remaja belum atau tidak memahami kesehatan reproduksi. Hal ini berakibat mereka tidak mampu bersikap dan berperilaku secara bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksi.


Dalam rangka menekan terjadinya pernikahan dini sekaligus melaksanakan program pendewasaan usia perkawinan (PUP), Bimbingan Konseling (BK) MAN 3 Bantul bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Bantul melaksanakan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) tentang kesehatan reproduksi remaja bagi siswa MAN 3 Bantul, Rabu (14/2) jam 09.00 s/d 11.00 bertempat di aula dan diikuti 50 siswa perwakilan kelas X dengan nara sumber Mahardina dari DPPKBPMD Kabupaten Bantul.


Dalam sambutan pembukaan kepala madrasah Ali Asmu’i menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran nara sumber dan juga kerjasama yang telah terjalin. Ali berharap kerjasama yang telah terjalin selama ini akan terus berlanjut dan berkembang dalam kegiatan lainnya. “Saya mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan ini. Pengetahuan tentang kesehatan remaja ini sangat penting mengingat siswa siswi merupakan usia remaja yang  masih  riskan terpengaruh oleh lingkungan maupun media sosial yang sudah mewabah di era sekarang ini. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat insya Allah mampu membentengi mereka dari pengaruh yang tidak baik.” tegas Ali.


Dalam ceramahnya  Mahardina memaparkan tentang reproduksi remaja dengan diawali tentang etika pergaulan remaja dan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi, Dampak psikhis maupun fisik yang terjadi akibat perkawinan muda juga dipaparkan Dina secara detail dan lengkap. Dengan paparan dan penjelasan yang tepat diharapkan mampu mengendalikan pernikahan muda dan secara langsung memotivasi siswa untuk melanjutkan study setelah lulus nantinya.


Sementara itu koordinator BK, Himmah Hidayatun mengatakan sosialisasi kesehatan reproduksi  bagi remaja ini sangatlah penting disampaikan karena kemungkinan besar masih banyak remaja yang belum mengerti dan memahami tentang kesehatan reproduksi. Program tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan melalui kerjasama madrasah dan DPPKBPMD di seluruh Bantul setiap tahun.  


Salah satu peserta, Fairus (X Bahasa) mengatakan rasa senangnya mendapatkan pelajaran kesehatan reproduksi remaja tersebut. “Wow sesuatu banget bagi saya.   Mengikuti kegiatan ini merupakan pengalaman pertama saya dalam memperoleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Saya menjadi faham  tentang kesehatan reproduksi remaja dan menjadikan saya lebih mawas diri tentunya. Sangat bermanfaat untuk bekal melewati masa remaja dengan benar.” ujar  Fairus. (lif)

Bagikan Artikel