Dirjen PHU Nizar Ungkap Sejumlah Terobosan Pelayanan Haji 1439 H/2018 M
Kategori Berita | Diposting pada : 27 Mei 2018 | 11:54 WIB
oleh bram

Jakarta (MCH)—Hasil survei indeks kepuasan pelayanan haji dari tahun ke tahun diketahui meningkat. Tahun 2014 misalnya mencapai 81,52 persen, setahun berikutnya capai 82,67, sementara 2016 capai 83,83 dan pada 2017 capai 84,85. Tahun ini ditargetkan naik 0,15 sehingga mencapai 85 persen.


Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nizar Ali saat memberikan materi Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji di hadapan 780 petugas PPIH Arab Saudi, Ahad (27/05) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Pelatihan ini dibuka Menag Lukman Hakim Saifuddin tadi malam dan akan berakhir Senin (4/06) mendatang.


Menurut Dirjen Nizar target 85 persen itu dapat diraih dengan sejumlah terobosan yang dilakukan pihaknya. “Target 85 persen ini membutuhkan dukungan semua pihak terutama para petugas haji sehingga perbaikan pertama yang dilakukan adalah rekrutmen berbasis computer assisted test (CAT),” tegas Nizar. “Para petugas haji yang lolos raih nilai CAT minimal 70,” imbuhnya.


Selain itu, terosan kedua yang dilakukan Kemenag adalah penambahan toilet portable khususnya di Mina. “Kita bisa bayangkan jika jumlah toilet tidak ditambah sementara jumlah jemaah kita bertambah 51 ribu orang,” urai pejabat kelahiran Jepara 21 Maret 1964 itu.


Terobosan ketiga, mulai tahun ini jemaah mendapatkan koper, tas kabin, dan tas paspor. “Semula tas kabin bentuknya tas tenteng yang pasti merepotkan jemaah, tahun ini kita ganti tas kabin berbentuk tas koper dorong,” terang Nizar yang juga guru besar Ilmu Hadits UIN Sunan Kalijaga ini. Keempat, terobosan yang dilakukannya adalah pelimpahan porsi. “Yakni calon jemaah yang meninggal setelah adanya penetapan keberangkatan tanggal 12 Maret 2018 boleh diganti anggota keluarganya,” tegasnya. 


Terobosan kelima, tahun ini pemeriksaan biometrik dan sidik jari dilakukan di 13 embarkasi di Tanah Air. “Ini sangat memangkas waktu pemeriksaan yang biasanya baru selesai 4-5 jam kini hanya perlu 2 jam,” ungkap Nizar. Bahkan, khusus tahun ini, untuk jemaah yang berangkat dari embarkasi Jakarta dan Surabaya, begitu mendarat di bandara Arab Saudi bisa langsung masuk bus. (bap)

Bagikan Artikel