BNN, IPNU, dan ‘Kuldesak’ Hadir di MAN 2 Sleman
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-09-08 -|- 11:20:00
oleh adminsuper

Sleman (MAN 2 Sleman) - Dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, Kantor Dikpora dan BNN Sleman dengan menghadirkan IPNU (Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama) dan  ‘Kuldesak’ yaitu Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan hadir di MAN 2 Sleman, hari ini Kamis (7/9) untuk mengadakan penyuluhan kepada 48 kader penerus pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Pada saat memberikan sambutan, Kepala Madrasah, Drs. Aris Fu’ad berpesan agar setelah selesai diberi penyuluhan, para kader bisa memberikan ilmu yang diperoleh dari penyuluhan kepada teman-teman lain, memberi contoh yang baik dan melaporkan kepada pihak sekolah, Kuldesak, IPNU atau BNN bila mengetahui ada temannya yang menggunakan narkoba agar bisa segera ditangani.


Pencegahan Bahaya Destruktif  Narkoba di Lingkungan Remaja tahun 2017 adalah tema yang diusung oleh pemateri dari kantor BNN Sleman dalam rangka Penyuluhan Kader Anti Narkoba di MAN 2 Sleman. Irindra Septy W., SKM. pegawai bagian penyuluhan dari kantor BNN Sleman mengatakan bahwa berdasarkan kantor BNN RI dan lembaga penelitian Universitas Indonesia tahun 2017, pelajar di Sleman, Yogyakarta menduduki rangking 1 dalam penyalahgunaan narkotika; oleh karena itu kantor BNN bersama pihak Dikpora dan pemerintah Kabupaten Sleman berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan generasi muda dengan membentuk kader dan memberikan penyuluhan-penyuluhan.


Bintang Andriyanto Saputro, panitia lokal Kuldesak Yogyakarta, yang juga mantan pengguna narkoba memberikan penjelasan bahaya penggunaan narkoba dan cara penanggulangannya. Mas Bintang, panggilan akrabnya membuat para kader terperanjat dan penasaran terhadap apa yang sudah dia lakukan selama dia menggunakan narkoba. Dia menjelaskan narkoba menjadikan seseorang tidak berguna, padahal bangsa Indonesia membutuhkan orang muda yang bersemangat yang bisa menjaga dan membangun negara Indonesia. “Narkoba merusak masa depan bangsa,” imbuhnya.


Pada saat sesi diskusi, Muhammad Fadnan, ketua kader pemuda anti narkoba MAN 2 Sleman menanyakan mengapa Indonesia masih memproduksi obat-obatan yang membuat kecanduan dan membahayakan. Ibu Irindra menjelaskan obat-obatan tersebut masih diproduksi karena diperlukan bagi dunia medis maka cukuplah dikenali tetapi jangan digunakan. Cesar Jamal, juga menanyakan tentang tindakan yang akan dilakukan bagi seseorang yang sudah kecanduan narkoba. Dia tidak dihukum tetapi direhabilitasi, jawab ibu Irindra. Seseorang yang sudah kecanduan, pihak Kuldesak juga bisa mengupayakan sampai sembuh. “LSM Kuldesak juga bisa membantu kesembuhan tidak hanya yang kecanduan narkoba tetapi juga bagi orang yang  terkena HIV AIDS, Hepatitis C dan TBC,” imbuh Bintang. (fit)

Bagikan Artikel