Berikan Materi Kenakalan Remaja dan Kebhinekaan, Panitia MPLS MAN 4 Bantul Undang Polsek dan Dosen AAU
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-07-17 -|- 02:36:00
oleh man4bantul

Bantul (MAN 4 Bantul) – Kenakalan remaja yang menjurus kepada kriminalitas makin meningkat seperti banyak ditemukannya kasus tawuran pelajar. Di sisi lain, masalah kebhinekaan juga tengah menjadi dead line pemberitaan di mass media nusantara. Dua hal itu menjadi fokus perhatian dalam pembinaan pemuda pelajar setingkat SLTA sederajat. Dalam masa-masa pengenalan sekolah atau sering disebut MPLS (Masa Pengenalan lingkungan Sekolah), materi penting bagi pelajar itu sangat perlu disampaikan.


Panitia MPLS dan OSIS Ibnu Sina MAN 4 Bantul selain menyiapkan berbagai acara, pada Senin (17/7) yang merupakan hari pertama dari tiga hari pelaksanaan MPLS, mengundang Bimas Polsek Banguntapan dan Dosen AAU (Akademi Angkatan Udara) Adisutjpto Yogyakarta untuk memberikan pembinaan kriminalitas remaja dan kebhinekaan. Bimas Polsek Banguntapan Aiptu Subandi memberikan penjelasan umum tentang kriminalitas dan kenakalan remaja. Dengan penjelasan itu diharapkan tidak ditemukan lagi tawuran pelajar, terutama bagi siswa-siswa MAN 4 Bantul.


Sementara itu Sidik, dosen golongan IV AAU menyampaikan materi kebhinekaan yang saat ini banyak ditemukan kesalah pahaman dalam mengartikannya. Dalam penyampaian materinya Sidik mengharapkan dengan kebhinekaan ini dapat memperkuat rasa nasionalisme para siswa madrasah. Dosen angkatan udara itu menyambut baik prestasi paskibraka siswa MAN 4 Bantul yang menunjukkan semangat nasionalisme para siswanya tidak kalah dengan sekolah umum.


Selain materi pembinaan di atas, Panitia MPLS juga mengenalkan tata tertib madrasah dan kegiatan ekstra kurikuler yang disampaikan oleh Waka Kesiswaaan Dwi Mulyono, S.Pd. Siswa baru harus memahami dan melaksanakan tata tertib madrasah untuk mendukung kondusifitas proses pembelajaran. Sementara itu ekstra kurikuler juga dijelaskan dengan harapan dapat menyalurkan bakat dan minat siswa MAN 4 Bantul menuju madrasah istimewa, prestasi sebagai tradisi. (hsn)


 

Bagikan Artikel