Awal Syawal Bersamaan, Kakanwil Sebut Saatnya Menuju Rekonsiliasi Lintas Mahzab
Kategori Berita | Diposting pada : 14 Juni 2018 | 23:28 WIB
oleh adminsuper

Bantul (Inmas DIY) – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DIY, Drs. HM. Lutfi Hamid, M.Ag. mengatakan kemungkinan sampai dengan tahun 2021 posisi hilal diperkirakan berada di atas 2 derajat untuk awal syawal. Sehingga bisa diprediksi jatuhnya awal syawal akan serentak, baik yang berpegangan dengan sistem hisab maupun rukyat. Menurutnya ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan rekonsiliasi lintas mahzab terkait penentuan awal bulan dalam kalender hijriyah.


 


“Sampai tahun 2021 ada kemungkinan awal syawal bisa bareng, ini menjadi iklim yang bagus dalam membangun suasana keagamaan lintas mahzab,” tutur Lutfi. Ia pun berharap, waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk melakukan rekonsiliasi terkait kesepakatan standar penetapan awal bulan hijriyah. Sehingga setiap kelompok bisa mereduksi ego sektoral dan ego golongan.


Baca juga : Jarang Terjadi, Hilal Terlihat dari POB Syech Bela-Belu


Sebelumnya Ketua Panitia Rukyatul Hilal sekaligus Kepala Bidang Urais Binsyar, Drs. H. Nur Abadi, M.A. menjelaskan pengamatan hilal yang dilakukan oleh Kemenag RI meliputi 95 titik yang tersebar dari Papua sampai Aceh. Masing-masing pos pengamatan akan melaporkan hasilnya ke Kemenag Pusat. Nur Abadi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menyiapkan proses rukyatul hilal.


 


Sementara itu, hadir pula turut menyaksikan proses rukyatul hilal Kepala BMKG Pusat, Prof. Dwikorita Karnawati. Dalam sambutannya, mantan Rektor UGM tersebut menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Kemenag dengan BMKG. Ia pun merespon positif ide rekonsiliasi yang disampaikan Kakanwil Kemenag. “Saya menyambut baik pemikiran rekonsiliasi, BMKG mendukung dalam aspek teknologi,” jelasnya.


 


Proses rukyatul hilal dilakukan oleh Badan Hisab dan Rukyat (BHR) DIY bertempat Pos Obsevasi Bulan (POB) Syech Bela-belu Parangkusumo Bantul, Kamis (14/6). Kegiatan yang dipandu Mutoha Arkanuddin tersebut berhasil melihat hilal. Setidaknya ada lima orang yang mengaku melihat hilal secara langsung dengan mata telanjang. Satu di antaranya merupakan pegawai BMKG DIY. [eko]

Bagikan Artikel