Jumat, 21 April 2017, 08:10

Kunjungan Museum Sarana Edukasi Bagi Siswa MAN 5 Sleman

Pada pagi hari yang sejuk, Rabu (19/4) para siswa kelas X MAN 5 Sleman dengan semangatnya sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke Museum. Siswa akan mengambil pengalaman dan ilmu baru di luar sekolah dari kunjungan Museum ini. Museum banyak mengandung sejarah dan akan menjadi bahan pembelajaran bagi para siswa.

Setibanya di Musium Batik yang terletak di Jl. Dr. Sutomo Yogyakarta, langsung disambut oleh para pemandu yang diawali dengan penyampaian informasi tentang Museum Batik. "Museum Batik didirikan atas prakarsa Hadi Nugroho dan diresmikan oleh Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan DIY Pada tanggal 12 mei 1977. Koleksi Sulam Ibu Dewi Nugroho salah satunya mendapat penghargaan MURI sebagai sulaman terbesar dengan ukuran 390cm x 90cm. Koleksi Museum sebanyak 1.259 buah yang meliputi 500 lembar kain batik, 600 jenis cap batik, 124 canting dan 35 koleksi alat batik lainnya", tutur salah satu petugas museum tersebut.

Setelah memberikan informasi kepada siswa dan guru pendamping, lalu di pandu untuk melihat cara membatik dan barang-barang koleksi Museum. Siswa-siswi pun sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai barang-barang bersejarah yang mereka lihat dan mencatatnya dalam lembar tugas yang disediakan oleh para Guru Pendamping.

Setelah puas melihat benda koleksi Museum, dilanjutkan makan siang, setelah itu melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan ke-2 yaitu Museum Puro Pakualaman. "Di bangun pada tanggal 7 Agustus 1887 masa pemerintahan Paku Alam V. Berbagai busana Puro Pakualaman menjadi bagian koleksi yang mengagumkan diantara lain busana prajurit plangkir, busana bedoyo Samgita Hasta dan benda-benda koleksi Puro Pakualam", terang salah satu Abdi Dalem yang bertugas sebagai pemandu Museum. Sebelum menuju tempat tujuan ke-3, yaitu Museum Perjuangan, siswa dan guru pendamping Sholat Dhuhur berjamaah di Masjid Besar Puro Pakualam.

Saat tiba di Museum Perjuangan yang terletak di Jl. Kol. Sugiyono Yogyakarta, para siswa diarahkan melihat profil tentang Museum Perjuangan, mereka lalu dipandu berkeliling Museum agar mendapatkan informasi tentang koleksi-koleksi Museum yang berupa relief-relief, foto-foto, replika dan barang-barang sejarah lainnya.

Kepala MAN 5 Sleman, Drs. H. Rahmat Mizan, MA, mengatakan, kunjungan Museum ini bertujuan menambah wawasan, menumbuhkan rasa juang, serta menanamkan rasa cinta tanah air. Agar siswa lebih konkrit dalam belajar sejarah, tidak semata-mata membaca tetapi mereka bisa melihat langsung sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa dalam belajar sejarah. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang rekreasi para siswa dalam mempelajari sejarah. (tmr)

Berita Lainnya
Jumat, 28 April 2017, 17:49

Tim Futsal MAN 3 Bantul Juara di STTKD CUP 2017

Jumat, 28 April 2017, 15:29

Siswa MAN 1 Sleman Produksi Film Dokumenter

Jumat, 28 April 2017, 10:19

Komunitas Ropaji MAN 4 Bantul Tandai Akhir Studi dengan Outbond Darling

Kamis, 27 April 2017, 14:33

MAN 4 Bantul Lolos Menuju Babak Final LKTI Kemenag 2017

Kamis, 27 April 2017, 07:46

Rombongan Diklat Pim III Kemenag RI Kunjungi MAN 1 Yogyakarta