TPTEzJeSOyNKSGRW (2.132.132.135) [ Minggu, 10 Juni 2012 ]
YKSeWK <a href=http://ihlnocxukgow.com/>ihlnocxukgow</a>, [url=http://irqpbwkbvbmr.com/]irqpbwkbvbmr[/url], [link=http://mzdkkuhcminv.com/]mzdkkuhcminv[/link], http://gwqklxpmlykj.com/
koko (202.169.224.102) [ Kamis, 31 Mei 2012 ]
kok di situs kemenag kok tidak tertera no telpon kantor maupun fax nya....?? apalagi telpon masing2 bidangnya...
irfai (180.253.135.39) [ Senin, 28 Mei 2012 ]
pengumumam hasil seleksi petugas haji prop diy diumumkan hari ini jam berapa pak ?
ijtdfkBrWnpqSVvFKnM (88.235.154.32) [ Minggu, 20 Mei 2012 ]
Bm5eBm <a href=http://cqvcqdwfmxsg.com/>cqvcqdwfmxsg</a>, [url=http://srfmaguqgooi.com/]srfmaguqgooi[/url], [link=http://qndzstfsxyfk.com/]qndzstfsxyfk[/link], http://iyqbsvedhuie.com/
lutfiaya haris (202.65.117.94) [ Senin, 7 Mei 2012 ]
untuk mengetahui masyarakat memberi masukan kepada kemenag diy sebaiknya pihak kemenag diy membuka posko pengaduan aja atau di buatkan call centre sehingga masyarakat lebih mudah melakukan pengaduan jika ada hal-hal yang terjadi seperti besarnya biaya nikah ....
imron suudy (202.65.117.94) [ Senin, 7 Mei 2012 ]
saya setelah membuka website kemanag diy kaget betul mengapa biaya nikah di DIY tidak pernah kunjung selsai tak kira sdh selesai malah lbh parah. masa allah 10 tahun yang lalau hal ini sdh pernah mencuat tapi belum sapai di internet sayang betul. kalau saya yang harus tegas pihan kakanwil kemenag DIy, kalau tidak bisa masyarakatlah yang harus lbh pintar jangan mau membayar biaya nikah lebih rp. 30.000 kalau ada kua yang menarik lbh dari itu segera laporkan aja....
totok hidayat (202.65.117.94) [ Senin, 7 Mei 2012 ]
saya sangat menyesalkan tulisan bpk subhan.pada hari rabu 2 mei 2012...pegawai depag/penghulu kalau mau sejahtera jangan lantas minta kepd masyarakat boss, mintalah pada negara yang menggaji anda..kalau mau jadi kaya lewat PNS menirulah gayus jangan nanggung-nanggung masak memeras masyarakat yang mau menikah sayang. anda salah...berarti kelihatan bodohnya anda sebagai pegawai depag/penghulu...tetntang pungli di kua sudah menyebar di seluruh KUA di DIY termasuk di kecamatn minggir sleman. saya hanya mohon kepada bapak kakanwil untuk segera mengambil tindakan tegas jangan hanya di biarkan saja. kita berharap DIY ini benar-benar bersih...amin
fikri s (202.65.117.94) [ Senin, 7 Mei 2012 ]
supaya tidak simpang siur masalah biaya nikah maka menurut saya seharusnya kakanwil diy segera mengambil langkah jangan diam saja seolah tidak menetahui yang di katakan bapak el fairizi tidak benar yang mengatakan kanwil diy janganlah menggubris omongan masyarakt. aneh itulah kemenag tahu hukum tapi melanggar bukanlah allah telah mengatakan bahwa: allah akan sangat murka kepada sesorang yang hanya pandai mngatakan tapi tidak melakukan . dan saya adalah salah satu masyarakat yang terkena biaya nikah tidak sesuai aturan. dalam aturanya biaya nikah hanya rp. 30.000 tapi kenyataannya saya di kenakan biaya rp. 180.000. ini terjadi di KUA Tegalrejo, ketika itu saya menikahkan sauadara saya (ponakan)saya prihatin kenapa hal ini tidak segera di ambil kebijakan oleh kanwil depag DIY.
Sumardiyono (114.79.28.57) [ Minggu, 6 Mei 2012 ]
Sangat memprihatinkan banyak pegawai kemenag dan terutama adanya penghulu yang tidak bisa baca Al Quran atau bacaan Al Qurannya amburadul. Mohon ada pembinaan khusus agar para pegawai terutama penghulu kemenag yang muslim dapat membaca Al Quran dengan baik.
Suyadi. S.Pd (110.76.149.194) [ Minggu, 6 Mei 2012 ]
UN di SMA 17 1 Yogyakarta Berjalan Kondusif
Danar Widiyanto | Senin, 16 April 2012 | 09:11 WIB |
YOGYA (KRjogja.com) - Hari pertama Ujian Nasional (UN) di SMA 17 1 Yogyakarta, Senin (16/4) berjalan dengan cukup kondusif. Meski sekolah tengah dilanda konflik sengketa tanah, seluruh siswa hadir dalam UN kali ini dan menempati dua ruang kelas untuk pelaksanaan ujian.
Dirjen Mendikdasmen Kemendikbud, Prof. Suyanto yang melakukan pantauan di lokasi mengapresiasi perjuangan luar biasa pihak sekolah dan siswa. Meski berada ditengah konflik, namun UN tetap berjalan kondusif.
Baik siswa maupun kepala sekolah kita beri semangat. UN ini tetap berjalan sah karena memenuhi persyaratan. Kami terus dukung kelangsungan dan masukan untuk pihak sekolah. Mereka harus bisa bangkit, ujarnya.
Ia menilai tidak ada masalah pada penyelenggaraan UN di SMA 17 1 dengan kondisi demikian. Yang penting peserta didik mengikuti pembelajaran, tidak nyontek dan memang tidak mungkin bisa mencontek karena soal sudah dibagi menjadi lima set berbeda dengan tingkat kesulitan sama, katanya.
Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan dari perguruan tinggi, Prof. Nurfina Aznam menuturkan, pelaksanaan UN di SMA 17 kali ini berlangsung aman dan baik. Pantauan hanya boleh dilakukan dari luar dan tidak boleh masuk ruangan.
Memang ditengah konflik begini, ini cukup berat. Karena itu kita harus jaga agar situasi tetap kondusif dan anak harus lulus. Penjagaan juga tetap kita lakukan sesuai standar. Ada aparat polisi dan pemantau independen. Semua melakukan penjagaan dan tidak diperkenankan masuk kedalam kelas, imbuhnya. (Aie)
Suyadi.S.Pd (110.76.149.194) [ Minggu, 6 Mei 2012 ]
Penulis : Yoseph Hary W || Editor : M Iwan Al Khasni SIP
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Dirjen Dikmen Apresiasi Usaha SMA 17
Tribun Jogja - Senin, 16 April 2012 10:06 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya yang dilakukan SMA 17 Yogya untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) di sekolah sendiri mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Tak terkecuali Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen), Prof Suyanto.
Menurut Suyanto, usaha SMA 17 tersebut merupakan upaya yang baik dan patut diacungi jempol. Meski dilanda konflik sengketa hak milik, sekolah tersebut mampu tetap menggelar ujian di sekolah sendiri.
Ini upaya yang luar biasa, semua pihak dan perangkat sekolah mampu mengupayakan maksimal dan menyelematkan pendidikan para siswa, tuturnya saat memantau pelaksanaan UN di SMA 17, Senin (16/4/2012). (*)Penulis : Muchamad Fatoni SS || Editor : Theresia Tuti Andayani
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Penulis : Yoseph Hary W || Editor : M Iwan Al Khasni SIP
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Suyadi Sambut Baik Kehadiran Wartawan
Tribun Jogja - Senin, 16 April 2012 09:56 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala SMA 17 Yogyakarta, Suyadi, telah memperkirakan semua media massa akan memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di sekolahnya, Senin (16/4/2012) pagi ini. Ia menyatakan tak berkeberatan menerima para awak media untuk melakukan peliputan di sekolah yang dipimpinnya tersebut.
Meski demikian, ia juga berharap kerjasama dan dukungan kalangan media massa untuk membantu kelancaran pelaksanaan UN di sekolahnya. Suyadi mengatakan tak akan memberi batasan khusus bagi para jurnalis yang akan meliput pelaksanaan UN hari pertama ini.
Kami siap jadi tuan rumah yang baik bagi teman-teman wartawan, dan saya kira media juga tahu dan mengerti kode etik saat meliput pelaksanaan UN, ujarnya. (*)
Penulis : Muchamad Fatoni SS || Editor : Theresia Tuti Andayani
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
El-Farizi (118.97.95.228) [ Minggu, 6 Mei 2012 ]
Kenapa orang masih otak-atik biaya nikah, selama saya bekerja di KUA, rasanya tidak pernah KUA melakukan pungutan secara liar, disebutkan dalam PMA 11/2007 pasal 21 bahwa pelaksanaan nikah hanya di laksankan pada jam dan dilaksanakan dikantor, kalautoh penghulu mau mendatangi ke rumah itu hanya kearifan dan btk rahima dan kasih sayang dari KUA, dan selama ini baik manten maupun keluarga tidak pernah mempermasalahkannya, bahkan pemberian sesuatu adalah bentuk ikatan kasih sayang pihak keluarga manten dengan penghulu, yang sering usil adalah orang lain pihak ketiga yang sirik, usil dan tidak tahu permasalahan KUA, maka kalautoh ada yang mengatakan: KUA melakukan pungli, Bapak Kakanwil tidak tegas, itu tidak lain ucapan orang yang sirik dan sentimen, mungkin pernah ujian PPN tidak pernah lulus, dan mohon kepada Bpk Kakanwil,bahwa omongan org tersebut untuk tidak GUBRISS, Bapak Kakanwil sudah secara prosedural, melakukan pembinaan lewat Kabid URAIS, Kandepag Masing2 Kabupaten maupun Kota dan terbukti DIY layak menjadi KUA percontohan tingkat nasional setiap tahun, terima kasih semoga bermanfaat.
Muhammad Fadly (39.212.86.27) [ Sabtu, 5 Mei 2012 ]
Assalamualaikum wr. wb
Mohon Departemen Agama Propinsi D.I.Y dapat melihat Blog Kami di http://sdnolobangsan.blogspot.com/2012/05/mujahadah-ujian-nasional.html
dan mohon saran untuk pengembangan blog sekolah kami. sebelumnya kami haturkan terima kasih..
guntur (180.254.69.64) [ Kamis, 3 Mei 2012 ]
orang depag kan tahu hukum tapi mengapa masih melakukan pungli biaya nikah sayang kakanwil tidak tegas cenderung menutupi kasus ini
Paimo (180.246.173.231) [ Selasa, 1 Mei 2012 ]
Bagaimana hasil koordinasi dengan Dinas Dikpora Prop DIY, tentang hasil USBN PA untuk SMP St. Aloysius? Saya pernah datang langsung ke Mapenda dan menanyakan hal tersebut, disuruh menunggu jawaban melalui telp. 0274 896673. Beberapa mingu ditunggu tdk ada kabar. Akhirnya saya telp ke pak Subchi, namun oleh beliau juga saya disuruh menghubungi pak Ratno di dikpora prop diy. Pada awalnya pak Ratno masih berbaik hati memberi jawaban Coba saya cek dulu. Saya pun dengan lega menunggu kabar dari pak Ratno, meskipun akhirnya kesabaran memaksa saya untuk menghubungi pak Ratno. Apa yang terjadi? berkali-kali saya menghubungi via telp tidak pernah dijawab! Hingga sekarang hasil USBN PA itu pun belum jelas kabarnya, padahal sekolah harus mengisi daftar nilai Pendidikan Agama. Njut Piye iki?
subhan (118.96.165.49) [ Selasa, 1 Mei 2012 ]
saya pernah menjadi petugas KUA, memang para pegawai KUA khusunya petugas nikah perlu perhatian khusus, soalnya hari libur, sabtu dan minggu terpaksa merelakan waktu, pikiran bahkan mengeluarkn kocek dari sakunya sendiri untuk beli bensin, belum yang mungkin rumahnya puluhan kilometer dari kantor, kadang-kadang keluarga manten tidak mau tahu, sebagai perbandingan guru sekarang disamping mendapat gaji pokok, juga mendapat tunjangan sertifikasi satu kali gaji dan ini ada informasi baru akan mendapat tunjangan profesi satu kali gaji, maka sangat tidak seimbang di banding dengan penghargaan yang diberikan guru dengan petugas pencatat nikah, mereka di tuntut proffesuonal, tepat waktu bahkan sering mengorbankan waktunya, yang seharusnya untuk keluarga, kegiatan masyarakat, hanya menghadiri manten, maka sebaiknya para petugas nikah mendapat tunjangan profesi minimal sama yaitu 2 X gaji, dan agar pernikahan dilaksanakan di balai nikah pada jam dan hari kerja, semoga dapat bermanfaat, terima kasih.
danag ismutardi (202.65.117.94) [ Selasa, 1 Mei 2012 ]
maaf jika tulisan ini tidak berkenan...dalam aturanya biaya nikah hanya 30.000 namun pada prakteknya saya di kenai 180.000 kata pegawai kua yang 30.000 bayar negara yang 150.000 biaya tranport petugas nikah di kua yang akan datang 3 orang. saat saya bertanya pegawai kua kan PNS di gaji negara? jawabnya nikahnya kan pada hari sabtu kua kalau hari sabtu libur....saya mojon kepada bapak kepala DEPAG untuk menegaskan hal initerlebih beliau bapak fathoni dulu temen saya saya yakin beliau sangat bersih dan jujur.
kaslan irsyad (202.65.117.94) [ Selasa, 1 Mei 2012 ]
saya pernah meleigalisir kartu nikah cucu saya di kua di umbulharjo namun saya di kenai biaya rp. 25.000, ketika saya menanyakan tentang aturanya pegawai tersebut malah kelihatan emosi dan seolah tidak mau menyetempel buku nikah cucu saya. akhirnya terpaksa saya bayar namun saat saya minta kwitansi kembali pegawai kua tersebut marah-marah sambil berkata di ihlaskan saja lah pak....
anis suhadi SE (202.65.117.94) [ Selasa, 1 Mei 2012 ]
seharusnya pimpinan depag di yogyakarta segera mensosialisasikan tentang besarnya biaya nikah. sebab dalam realitasnya terjadi prbedaan biaya nikah kua satu dengan yang lainya. dan kua memungut biaya nikah tidak sesuai dengan undang-undang yang relaku dan cendernung melebihi biaya yang di tetapkan oleh pemerintah yang seharunya cuma rp. 30.000 tetapi mencapai rp. 150.000. ini saya alami sendiri . demi kenyamanan dan keamanan pegawai kua saya tidek etis menyebutkan kua mana yang jelas terjadi di yogyakarta
uswatun kasymi{kota} (202.65.117.94) [ Jumat, 27 April 2012 ]
yth. bapak kakanwil depag prov. diy. mengapa menikah di rumah dengan menikah di kantor kua biayanya berbeda? kalau di rumah saya dikenakan biaya transpor rp. 50.000 per pegawai kua yang datang
indriyani, se. (202.65.117.94) [ Jumat, 27 April 2012 ]
mohon kepada bapak kepala kantor kemenag bantul menjelaskan ttg adanya perbedaan biaya nikah antara kua satu dengan yang lain, misalnya kua sewon mengapa berbeda jauh dengan kua pleret dan banguntapan serta kasihan, pdhl dalam undang-undang biaya nikah sama yakni rp. 30.000...mksh
sukemi ilyas (202.65.117.94) [ Jumat, 27 April 2012 ]
mohon dengan sangat kepada bapak kakanwil depag diy untuk menertibkan kua nakal di diy. karena hampir kua di diy memnungut biaya nikah di atas rp. 150.000 pdhl yg say ketahui biaya nikah dalam peraturan undang-undang hanya rp. 30.000 dan saat ligalisir buku nikah masih di pumgut biaya lagi dan mengapa kua tidak memberi kwitansi pembayaran....
KASIMIN MUKTI (202.65.117.94) [ Jumat, 27 April 2012 ]
YTH.BAPAK WALIKOTA YOGYAKARTA...mau tanya saya warga kota ...kenapa biaya nikah di kota yogyakarta berbeda sekali dengan biaya pembuatan ktp. buat ktp gratis tapi biaya nikah kok sebesar rp. 180.000.mhn di beri prnjelasan karena hal ini terjadi di seluruh kua dekota yogyakarta mksh
SUJATNO (202.65.117.94) [ Jumat, 27 April 2012 ]
SAYA PUNYA TETANGGA YANG KERJA DI KUA DI SALAH SATU KECAMATAN DI KOTA YOGYAKARTA NAMUN TIDAK PERNAH MAU KALAU DI SURUH JADI IMAM ATAU NGISI KULTUM ALASANNYA KATANYA TDK BISA KARNA TIDAK TERBIASA.....OLEH KARENANYA KAMI MOHON KEPADA BAPAK KANWIL DEPAG DIY UNTUK MELAKUKAN PEMBINAAN PEGAWAINYA DLM HAL TERSEBUT DI ATAS
giri gk (118.97.95.233) [ Jumat, 13 April 2012 ]
assalamualaikum wr wb
alhamdulillah, pak mau nanya untuk kuota sertifikasi pns non pns th 2012...kok yang muncul cuma yang pns...yang non pns pripun?
| Halaman |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
Jumlah Data : 105 |