Selasa, 13 Maret 2012, 08:23 – Haji
Panjang Antrian Haji Tembus 1,7 Juta Orang

JAKARTA – Meski diusulkan moratorium, pendaftaran haji ternyata masih ramai. Hingga kemarin (12/3) Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat panjang antrean calon jamaah haji (CJH) mencapai 1.758.319 orang.

Dari jumlah tersebut, 271.117 orang atau sekitar 15 persen diantaranya masuk daftar resiko tinggi (resti) karena berumur lebih dari 60 tahun.

Geliat pendaftaran haji sudah mulai ramai sejak sesuai pelaksanaan haji 2011 lalu. Terhitung sejak Oktober 2011 hingga kemarin, Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai daerah paling banyak angka pendaftarannya. Yaitu mencapai 358.646 CJH Kemudian disusul Jawa Tengah sebesar 270.763 CJH (daftar tunggu 9 th), Jawa Barat sebesar 229.056 CJH (daftar tunggu 06 th).

Kepala Bagian Siskohat Kemenag Amin Akkas menjelaskan, jumlah pendaftar terus meningkat. Dia menjelaskan, desakan moratorium pendaftaran haji sangat perlu kajian yang lebih mendalam. “Sebab, pemerintah bisa berbenturan dengan kepentingan masyarakat banyak yang ingin mendaftar haji,” kata dia.

Amin mengatakan, moratorium haji berangkat dari dua persoalan yang berbeda. Yaitu, kegelisahan sebagaian pihak terkait pengelolaan dana haji.

Kemudian, kegelisahan tadi dikaitkan dengan panjang antrean yang lebih dari sejuta orang itu. “Keduanya adalah persoalan yang berbeda,” katanya. Jika ingin memperbaiki sistem pengelolaan haji, tidak perlu sampai menghentikan pendaftaran haji.

Menurut Amin, moratorium tidak bisa dijadikan alat untuk memangkas panjang antrean haji. Kalaupun pendaftaran haji ditutup dalam beberapa tahun, saat dibuka lagi akan terjadi penumpukan. Antrean pun akan terjadi kembali.

Dia menjelaskan, antrean haji di negeri ini terjadi karena perbandingan antara jumlah pendaftar dengan kuota dari pemerintah Arab Saudi yang sangat tidak sebanding. Secara umum, dia mengatakan geliat pendaftaran haji mulai naik tidak karuan pada 2008 lalu. Saat itu, antrean CJH membengkak signifikan dari 6.994 CJH pada 2007, lalu menjadi 121.287 CJH pada 2008.

Amin menjelaskan, tugas dari pemerintah saat ini adalah mengelolaa antrean CJH yang panjang itu. Dia mengatakan, Kemenag sudah memiliki beberapa formulasi pengelolaan CJH.

Di antaranya adalah membuat daftar haji usia diatas 60 tahun atau kategori resti. “Memanfaatkan kuota tambahan untuk CJH usia lanjut, sudah menjadi terobosan,” kata dia.

Namun, menurut Amin, jumlah kursi yang dialokasikan untuk CJH resti tidak signifikan. Tahun lalu, diperkirakan kuota tambahan yang diberikan Saudi hanya bisa memangkas 3.000 sampai 4.000 CJH resti. Amin berharap, kebijakan memberangkatkan lebih dulu jamaah resti ini berlanjut untuk tahun ini. Sehingga, jamaah yang rata-rata menderita penyakit kronis seperti darah tinggi dan diabetes itu tidak lama-lama antre.

Untuk kuota haji definitif periode 2012, Amin mengatakan masih tetap seperti tahun lalu. Namun, dia mengatakan Kemenag sedang mengagendakan penandatanganan MoU dengan pemerintah Saudi. Isi dari MoU ini adalah, perubahan kuota haji untuk Indonesia. Seperti diketahui, Kuota haji Indonesia 2011 sebanyak 211 ribu kursi. Kemudian, mendapatkan tambahan kuota sebesar 10 ribu kursi.

Sementara mengenai biaya ibadah haji, Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) memperkirakan akan terjadi kenaikan. Namun dia belum bisa memastikan besaran kenaikan ongkos naik haji dibanding tahun lalu.

“Apakah ada kenaikan atau tidak, belum tau. Masih tahap pembahasan antara pemerintah dan DPR. Tapi tanda-tanda naik ada,” ujarnya setelah mendampingi Presiden SBY menerima Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), kemarin.

Tanda-tanda kenaikan itu, menurut SDA, setidaknya dipengaruhi oleh tiga hal. Antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar. “Tahun 2012 ini lebih lemah dibanding 2011,” katanya.

Faktor kedua adalah meroketnya harga minyak dunia yang mencapai USD 120 per barel. Padahal tahun lalu berada di kisaran USD 80 per barel. Hal itu diperkirakan akan memengaruhi biaya penerbangan. “Untuk menentukan biaya penerbangan kan mengikuti harga dunia,” jelasnya.

Tanda bakal naiknya biaya haji yang lain adalah biaya sewa perumahan (pemondokan) yang terus meningkat di Mekkah. Menurut SDA, di sana saat ini tengah ada pembongkaran. “Itu kira-kira tanda-tandanya,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepakat untuk meningkatkan kualitas layanan untuk jamaah haji kategori resti. Dalam pertemuan dengan Komisi VIII DPR, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mulai menyiapkan perjalanan haji untuk CJH resti sejak berada di daerah. Pemantauan kesehatan CJH resti dimulai dari pemeriksaan tingkat puskesmas. Dan terus dipantau sampai mereka siap berangkat haji ke tanah suci. (wan/fal)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.029748 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1161433
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.