Minggu, 16 Juni 2013, 04:45 – Bidang Haji & Umroh
Sebanyak 383 calon jemaah haji DIY, terkena dampak pengurangan Kuota

Kanwil Kemenag DIY. – Sebanyak 383 calon haji asal DIY terpaksa tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci tahun ini. Hal itu sebagai imbas adanya kebijakan pengurangan kuota haji seluruh dunia dari Pemerintah Arab Saudi sebesar 20 persen yang disebabkan rehabilitasi kawasan Masjidil Haram, yang memang kalau dipaksakan sangat mengganggu keselamatan jemaah haji seluruh dunia.

Dari ke 383 tersebut terbagi Kota Yogya 53 jemaah, Kabupaten Bantul 95 jemaah, Kabupaten Sleman 169 jemaah, Kabupaten Gunung Kidul 41 jemaah, Kabupaten Kulon Progo 26 Jemaah. (daftar nama calon haji Lunas Tunda DIY ada di INFO PENTING di web ini)

Seperti diketahui sebelumnya, pengurangan kuota haji terkait pembangunan Masjidil Haram lantai 1,2 dan 3. Pembangunan tersebut otomatis berimbas pada berkurangnya daya tampung Masjidil Haram. Normalnya daya tampung tempat thawaf setiap jam, 48 ribu jemaah haji bisa menggunakan Masjidil Haram, namun dengan adanya pembangunan hanya mampu menampung 22 ribu jamaah haji atau umrah.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama DIY, Drs. H. Maskul Haji M.Pd.I, seusai mengikuti rapat koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Jakarta, mengatakan Kuota haji Indonesia awalnya 211.000 jamaah, terdiri dari 194.000 haji reguler dan 17.000 haji khusus. Jika dikurangi 20% (42.200), maka kuota jamaah haji Indonesia pada tahun 2013 menjadi 168.800 jamaah, dari 20% (42.200) jamaah haji khusus terpotong 3.400 dan jamaah haji regular terpotong sebanyak 38.800 sedangkan Kelompok Terbang (kloter) juga berkurang dari 484 kloter menjadi 403 kloter.

“Secara nasional, calon haji yang terkena dampak pengurangan kuota sebanyak 42.200 orang, sedangkan untuk DIY sebanyak 383 orang, yang seharusnya 613 orang, dikarenakan ada jamaah yang tidak melunasi, jamaah pernah haji dan petugas daerah yang jumlahnya sebanyak 230 orang,” kata Kakanwil di kantornya, Jumat (14/06/2013).

Dijelaskan, ke-383 calon haji DIY yang yang terkena dampak pengurangan kuota adalah calon haji lunas tunggu dengan nomor porsi 1200028695 – 1200029124. “Mereka sudah melunasi semua biaya haji sampai 12 Juni kemarin, namun ditunda keberangkatannya di tahun 2014, Sehingga nomor porsi aman DIY sampai 1200028694,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau calon haji yang sudah terdaftar dan sudah lunas bayar untuk bersabar. Sesuai kebijakan Menteri Agama, calon haji yang batal berangkat tahun ini akan diprioritaskan tahun 2014. “Saya mohon calon haji jangan melakukan apa-apa dulu, jangan tasyakuran atau pamitan dulu,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Maskul Haji, upaya-upaya negosiasi Pemerintah Indonesia telah dilakukan. Presiden SBY telah memerintahkan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dan Dirjen Haji dan Umroh Anggito Abimanyu pada tanggal 19 Juni 2013 melobi Pemerintah Arab Saudi. “Minimal calon haji yang sudah lunas bisa diberangkatkan,” katanya.

Jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar, pengurangan kuota ini akan berpengaruh pada persiapan Indonesia yang sudah mencapai 90 persen. “Bimbingan haji yang telah selesai, kontrak akomodasi dan transportasi sehingga kerugian materiil yang sudah dikeluarkan sebesar 300 Milyar, Travel Biro Perjalanan Haji Khusus diperkirakan kerugiannya mencapai 350 Milyar “ katanya.

Kakanwil juga menambahkan sejak mei lalu Pemerintah Arab Saudi juga membatasi Kuota Umrah seluruh dunia menjadi 50 persen atau 500.000 jamaah, pada bulan sya’ban dan ramadhan tahun ini sehingga Indonesia hanya memperoleh kuota 18 ribu selama dua bulan tersebut.

Dengan adanya kebijakan tersebut Kakanwil juga juga mengimbau masyarakat agar tidak terbujuk iming-iming pada perusahaan atau travel yang menawarkan kepastian pemberangkatan umrah. “Apalagi terhadap travel yang tidak berizin dari Kemenag kami imbau masyarakat hati-hati tidak mudah terbujuk agar tidak merugi nanti. (ags)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.033269 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1175013
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.