Jumat, 17 Februari 2012
Khutbah Jumat [17-02-2012]

KHUTBAH JUM’AT 17 PEBRUARI 2012

17-02-2012

MERANCANG PENDIDIKAN ANAK SEJAK USIA DINIoleh : Sigit Warsita

الحمدالله الذى علم بالقلم علم الانسان مالم يعلم نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب إليه ونعوذبه من شرور أنفسناومن سيئات أعمالنا من يهدهالله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له . أشهد أن لا إله إالله و حده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسو له صل الله عليه و على آله وأصحا به ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وسلم تسليما . أما بعد, فيا أيهاالذين آمنوا ابقوا الله حق تقا ته ولا تموتن إلا و أنتم مسلمون

Hadirin jama’ah Jum’at rahimakumullah,Puji dan syukur marilah senantiasa kita haturkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang selalu memberikan nikmat kepada kita, baik yang kita minta maupun tidak. Selanjutnya melalui mimbar Jum’at ini saya selaku khathib mengajak kepada jama’ah sekalian terlebih pada diri pribadi saya untuk selalu berusaha meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, memperhatikan apa-apa yang diizinkan-Nya dengan satu keyakinan bahwa apapun yang diperintahkan pasti membawa manfaat dan kebaikan bagi pelakunya dan apapun yang dilarang pasti membawa mudlarat dan keburukan bagi pelakunya juga.Hadirin jama’ah Jum’ah yang kami hormati,Setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati Hari Pendidikan Nasional, tetapi peringatan yang dilakukan dari tahun ke tahun dengan berbagai bentuk, mulai dari upacara, pemasangan sepanduk-sepanduk, perlombaan, seminar pendidikan, dll belum mampu mengangkat kualitas pendidikan di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari penyempurnaan kurikulum sampai pada system evaluasi (Ujian Nasional) juga belum membawa hasil yang signifikan. Hadirin jama’ah Jum’ah yang berbahagia,Mengapa kualitas hasil pendidikan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ini masih sangat rendah dan tertinggal dengan negara-negara lain? Padahal Islam sejak awal telah memperingatkan para orang tua termasuk para guru untuk senantiasa memperhatikan system pendidikan bagi anak-anaknya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 9:“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”Bahkan Rasulullah saw menegaskan :كل مو لود يو لد على الفطرة فابواه يهودانه اوينصرانه اويمجسا نه (رواه البخاري)“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka ibu bapaknyalah (yang akan berperan) “me-ubah” anak itu menjadi seorang yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhary)Jama’ah Jum’ah rahimakumullah,Merujuk pada dua nash di atas maka dapat kita simpulkan bahwa Anak shalih/berkalitas itu harus ”dibentuk” melalui pendidikan Pendidikan untuk anak-anak kita harus sudah kita rancang dan berlaku sejak anak kita lahir sampai mati, bukankan Nabi juga bersabda bahwa ”Mencari ilmu itu sejak dari buaian sampai liang lahat.” Anak merupakan amanah Allah SWT yang diberikan kepada orang tua untuk dididik, diasuh, dibina sehingga tumbuh menjadi manusia yang berkualitas (shalih).Oleh karena itu pendidikan yang kita berikan kepada anak-anak jangan sampai hanya menekankan pada aspek kognitif saja tanpa memperhatikan afektif dan psikomotor, karena hal ini hanya akan melahirkan anak-anak yang ”Hi Tech Low Touch”, karenanya sentuhan-sentuhan aqidah, akhlaq, moral, dan ibadah harus mendapatkan prioritas.Allah SWT berfirman dalam surat Luqman ayat 13 – 14 sebagai berikut:“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”Jama’ah Jum’ah rahimakumullah,Visi dan orientasi orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya akan menentukan pada hasil yang dicapai. Orang tua yang menekankan pendidikan anak-anaknya pada aspek kognitif (akal) dan ketrampilan mungkin akan melahirkan generasi hi tech low touch (meminjam istilahnya John Naisbit), tinggi dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi lemah dalam hal moral dan pemaknaan hidup. Anak seperti ini hanya menjadi perhiasan hidup di dunia tidak memberi manfaat bagi diri dan orang tuanya di akhirat, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Kahfi ayat 46:“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”Sedangkan orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya (baik kognitif, afektif, maupun psikomotor) kemungkinan akan melahirkan generasi yang lemah iptek maupun moralnya (low tech- low touch) sehingga bisa menjadi fitnah bagi orang tuanya. Hal ini telah dinyatakan Allah SWT surat Al Anfal ayat 28:“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”Bahkan sangat berpotensi untuk menjadi musuh bagi orang tua sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At Taghabun ayat 14:“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”Hadirin jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah,Di samping visi dan orientasi orang tua tentang pendidikan anak-anaknya maka yang harus diperhatikan juga adalah memilih lembaga-lembaga pendidikan (pondok pesantren/madrasah/sekolah) yang menjamin untuk berkembangnya aqidah, akhlaq, ibadah, dan mu’amalah anak-anak kita secara harmonis. Pendidikan seperti inilah yang akan melahirkan generasi Hi Tech-Hi Touch, tinggi dalam penguasaan iptek serta tinggi dalam moral dan pemaknaan hidup.Akhirnya kami tegaskan sekali lagi bahwa sesungguhnya para orang tua dan gurulah yang sangat berperan menentukan kualitas bangsa Indonesia di masa yang akan datang melalui design yang tepat bagi pendidikan anak-anaknya sejak usia dini.Pendidikan yang akan melahirkan generasi unggul/anak shalih adalah pendidikan yang seimbang, yakni memperhatikan seluruh aspek/potensi yang ada pada anak, baik hati, akal, maupun fisik. Mengutamakan pembinaan fisik dengan mengabaikan hati dan akal akan melahirkan manusia hayawani, mengedepankan akal saja akan lahir manusia syaithani, dan menekankan hati saja juga tidak realistis sebab manusia bukanlah malaikat.Demikian, mudah-mudahan yang kami sampaikan ini bermanfaat bagi kita, anak-anak kita, dan bangsa kita, dunia akhirat, amien.أقول قولى هذا أستغفرالله لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفره إنه هوالغفورالر حيم

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.040060 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 746615
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.