Jumat, 10 Februari 2012
Khutbah Jumat [10-02-2012]

KHUTBAH JUM’AT 10 PEBRUARI 2012

10-02-2012

TOLERANSI DAN KERUKUNANoleh : Drs. H. Kusnanto

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّأَتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَدِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْ مُحَمَّدً وَعَلَيْ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ، اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عَبَدَ اللَّهِ أُوْصِيْنِي وَاُصيْكُمْ بِتَقْوَي اللَّهِ فَقَدْ فَازالْمُتَّقُوْنَ

Kaum muslimin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.Marilah kita tingkatkan ibadah kita, iman kita dan taqwa kita kepada Allah SWT. taqwa dalam arti melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, juga taqwa yang dapat menjadikan diri kita mempunyai kepribadian muslim sejati.Mengawali tahun 1433 H, perlu kiranya kita menyegarkan kembali ingatan kita, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang memiliki berbagai keragaman sosial, budaya dan agama, tentunya semua itu sudah menjadi sunatullah, sudah menjadi kehendak Allah.Dalam kontek ini, pertama-tama kita percaya dan yakin, bahwa keragaman sosial, budaya dan agama dalam bangsa Indonesia adalah kehendak Allah. Kedua kita yakin bahwa kehendak Allah tersebut bukan tidak mempunyai makna, tujuan dan hikmah. Kehendak Allah itu bertujuan untuk kebaikan umat manusia. Ketiga kita bersyukur bahwasannya agama Islam sebagai agama terakhir telah memberikan petunjuk dan pedoman bagaimana umat Islam harus bersikap dan bertindak menghadapi keragaman tersebut.Di dalam menyikapi keragaman, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan merasa superior, apalagi inferior, dan tidak mengunggulkan golongan/kelompoknya dengan menonjolkan keberhasilan dan kelebihannya. Sebab dengan beragamnya kelompok memungkinkan untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam kontek Indonesia, konsep bhineka tunggal ika merupakan konsep kebangsaan yang tepat. Konsep ini mengharuskan kita untuk menghargai perbedaan, menghormati identitas agama, budaya masing-masing dalam kerangka hidup bersama. Sebetulnya Allah Maha Kuasa untuk membuat bangsa di dunia ini bangsa yang seragam, bangsa dengan satu pandangan hidup. Namun seperti yang kita alami dan saksikan, Allah telah menciptakan dunia dengan penghuni manusia yang sangat beragam, sebagaimana Allah telah berfirman :لكل جعلنا منكم شرعة ومنها جا- ولوشاء الله لجعلكم امة واحدة ولكن ليبلؤكم في ماءتاكم فستبقوا الخيراتUntuk tiap-tiap umat manusia diantara kamu telah Allah berikan aturan dan jalan hidup yang terang. Jika Allah menghendaki, Allah berkuasa untuk menjadikan umat manusia dalam satu syari’at dan minhaj. Tetapi Allah berkehendak menguji kamu sekalian terhadap apa-apa yang telah Allah berikan kepada kamu, dengan maksud agar kamu sekalian saling berlomba-lomba berbuat baik (Q.S. Al Maidah : 48)Jamaah Jum’ah Rahimakumullah.Tentang tujuan umat manusia berlomba-lomba berbuat baik, dalam ayat yang lain dijelaskan lebih lanjut :يايهاالناس انا خلقنكم من ذكر وانثى وجعلناكم شعوبا وقباءل لتعارفوا-ان اكرمكم عندالله اتقاكم-ان الله عليم خبيرHai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S. Al Hujurot : 13)Dalam mengarungi kehidupan dunia, orang-orang Islam tidak dilarang bergaul dengan orang lain, tidak dilarang berbuat baik dengan orang lain, dan diperintahkan berbuat adil dengan semua orang tanpa membedakan sosial, budaya dan agama, sebagaimana firman Allah :لاينهكم الله عن الذين لم يقاتلكم فىالدين ولم يخرجوكم من دياركم ان تبروهم وتقسطوا اليهم-ان الله يحب القسطينAllah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil Q.S. Mumtahanah : 8)Namun demi kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat, kaum muslimin tidak boleh berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang memaksamu, merayu atau membujukmu untuk keluar dari agama Islam, memerangi dan memusuhi kamu karena agama serta mengusir kamu dari negerimu. Menghadapi orang-orang yang demikian umat Islam diperintahkan oleh Allah untuk menghilangkan fitah dari muka bumi seperti firmnan Allah :انما ينهاكم الله عن الذين قا تلوكم فى الدين واخرجوكم من ذياركم وظاهروا على اخراجكم ان تولوهم-ومن يتولهم فاولئك هم الظلمونSesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu, orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (Q.S. Mumtahanah : 9)Kaum Muslimin RakhimakumullahAda tiga kata kunci dari dua ayat tersebut di atas, yang perlu kita perhatikan :1. Ta’arafuu : saling mengenal, saling mengerti saling bersikap bijaksana, saling tegang rasa dan saling berbuat baik.2. Tabarru : berbuat baik dan berbuat kebajikan3. Thuqsithuu : bersikap dan berbuat adilDi sisi lain Allah memberikan perintah kepada kaum muslimin bahwa permusuhan harus dihentikan seperti firman-Nya :وقا تلوهم حتى لاتكون فتنة ويكون الدين لله-فانتهوا نتهوا فلاعدوان الاعلى الظالمينPerangilah mereka sehingga tidak ada fitnah atau penindasan atau pengejaran dan agama hanya untuk Allah. Akan tetapi jika mereka berhenti memerangi kamu) tidak boleh ada permusuhan lagi kecuali kepada mereka yang aniaya (Q.S. Al Baqoroh : 193)Dalam menghadapi dan bergaul dengan orang yang tidak memeusuhi umat islam, tidak melakukan pengusiran dan tidak memaksa dan membujuk untuk masuk agama mereka, Allah memebrikan petunjuk :فلذالك فادع -واستقم كماامرت-ولاتتبع اهواءهم-الله ربنا وربكم-لنا اعمالنا ولكم اعمالكم-لاحجةبينناوبينكم- الله يجمع بيننا-واليه المصيرMaka serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan jangan mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan Aku diperinthakan supaya berlaku adil di antara kamu. Allahlah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kai dan kamu Allahlah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (Q.S. Asy Syuura : 15)Dalam bidang aqidah dan agama, Allah memberikan garis yang tegas dan jelas yang harus dipedomani kaum muslimin dalam bergaul sebagaimana tertera dengan jelas dalam firman Allah sebagai berikut :

قل يايها الكفرون – لااعبد ماتعبدون-ولاانتم عابدون مااعبد-ولااناعابدماعبدتم-ولاانتم عابدون مااعبد-لكمدينكموليدين

Katakanlah hai orang kafir. Saya tidak menyembah apa yang kamu sembah. Kamu juga tidak menyembah apa yang akau sembah. Saya tidak menyembah apa yang kamu sembah. Kamu tidak menyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. (Q.S. Al Kafiruun : 1-6)Kaum muslin yang dimuliakan Allah Demikian uraian yang sederhana ini kiranya adapat kita jadikan bahan renungan kita dalam rangka mengawali tahun baru 1433 H, dengan harapan kedepan dalam pergaulan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan lebih cerah dalam kondisi dan situasi yang lebih kondusif.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.060528 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1006303
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.